home wirausaha syariah

Jamkrindo Semarang Catatkan Volume Penjaminan Fantastis Guna Mendukung Keberlanjutan Usaha Mikro

Kamis, 12 Februari 2026 - 18:20 WIB
Jamkrindo Semarang Catatkan Volume Penjaminan Fantastis Guna Mendukung Keberlanjutan Usaha Mikro
LANGIT7.ID-Semarang; PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) secara konsiten dan berkelanjutan memperkuat ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah dan koperasi (UMKM-K) di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Sepanjang tahun 2025, Jamkrindo Kantor Wilayah Semarang mencatatkan volume penjaminan sebesar Rp35,8 triliun dengan jumlah UMKM-K terjamin sebanyak 577.454 pelaku usaha. Kontribusi tersebut turut mendorong penyerapan tenaga kerja hingga 2,3 juta orang.

Pemimpin Wilayah Semarang Jamkrindo Sugiyono menjelaskan bahwa data tersebut mengkonfirmasi peran Jamkrindo sebagai mitra strategis UMKM-K di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Wilayah kerja Kantor Wilayah Semarang meliputi kantor cabang dan kantor unit pelayanan di Semarang, Tegal, Purwokerto, Kudus, Solo, Yogyakarta, Magelang, Cilacap, dan Pekalongan.

“Kami percaya bahwa UMKM-K adalah fondasi utama perekonomian nasional. Melalui penjaminan, Jamkrindo membantu UMKM-K di Jawa Tengah dan DIY agar lebih mudah mengakses pembiayaan dari perbankan dan lembaga keuangan. Dengan akses permodalan yang lebih inklusif, para pelaku UMKM-K dapat meningkatkan skala usaha, memperluas lapangan kerja, dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Sugiyono dalam keterangan resmi, Kamis (12/2/2026).

Ia menambahkan, kontribusi Jamkrindo di Jawa Tengah dan DIY tidak hanya melalui penjaminan program pemerintah seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), tetapi juga melalui berbagai produk penjaminan non-program. Produk non-program tersebut meliputi penjaminan kredit umum, penjaminan kredit mikro, surety bond, customs bond, kontra bank garansi, penjaminan distribusi barang, dan lainnya. Dengan portofolio layanan yang lengkap, Jamkrindo berperan sebagai katalisator dalam membangun ekosistem pembiayaan yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan bagi UMKM-K dan pelaku usaha lainnya.

“Keberadaan Jamkrindo di Jawa Tengah dan DIY bukan hanya sebagai penyedia layanan penjaminan semata, tetapi juga sebagai mitra yang menjembatani sinergi antara perbankan, pemerintah, dan pelaku usaha. Dengan inovasi produk penjaminan dan komitmen menjalankan prinsip tata kelola yang baik, Jamkrindo siap memperluas dampak sosial dan ekonomi yang dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Sebagai perusahaan penjaminan terbesar di Indonesia dan anggota holding Indonesia Financial Group (IFG), Jamkrindo berkomitmen untuk terus berinovasi dalam menyediakan solusi penjaminan yang mendukung pertumbuhan UMKM-K. “Kami hadir untuk terus membantu UMKM-K agar bisa tumbuh dan berkembang,” ujar Sugiyono.

Salah satu kisah nyata yang menunjukkan dampak program Jamkrindo adalah perjalanan usaha kuliner milik Narista Hastarini, pelaku UMKM asal Semarang, yang berhasil tumbuh dari usaha rumahan hingga mampu mengembangkan bisnisnya GBOB Snack and Catering. Narista menuturkan bahwa awal mula usahanya dirintis pada masa pandemi. Di tengah kondisi ekonomi yang menantang, ia dan keluarga melihat peluang di sektor kuliner hingga mengembangkan usaha dessert rumahan, khususnya produk mille crepes. Namun pada fase awal, usaha tersebut masih menghadapi tantangan utama yang umum dialami UMKM-K, yakni keterbatasan permodalan dan belum memiliki kesiapan untuk mengakses pembiayaan perbankan.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya