Gebrakan Walikota Muslim New York: Zohran Mamdani Punya Rencana Besar untuk Perumahan, Transportas dan Toilet Umum
Tim langit 7
Sabtu, 14 Februari 2026 - 12:20 WIB
Gebrakan Walikota Muslim New York: Zohran Mamdani Punya Rencana Besar untuk Perumahan, Transportas dan Toilet Umum
LANGIT7.ID-New York; Wali Kota New York yang pertama kali dipimpin orang muslim, Zohran Mamdani benar benar bikin gebrakan. Zohran ingin mengatasi masalah-masalah besar di New York City seperti perumahan, transportasi massal, dan pengasuhan anak.
Titik awalnya? Toilet umum
Di New York, ketersediaan toilet umum sangat terbatas — hanya satu toilet untuk setiap 8.500 penduduk. Banyak di antaranya yang pengap dan klosetnya tidak bisa disiram. Beberapa bahkan difungsikan sebagai tempat berteduh bagi para tunawisma.
Ketika Anda tidak dapat menemukan toilet, "Anda akan sangat merasakan betapa sedikitnya toilet umum dan betapa kami meninggalkan warga New York bergantung pada kemurahan hati dan kebaikan pemilik usaha atau keharusan membayar tujuh dolar (sekitar Rp 113.000) untuk secangkir kopi," kata Mamdani kepada CNN.
Mamdani mengatasi masalah yang tidak mengenakkan ini beberapa minggu setelah masa jabatannya dimulai, untuk mencoba membuktikan bahwa pemerintah masih bisa memecahkan masalah dalam kehidupan masyarakat. Bagi sosialis demokrat berusia 34 tahun ini, kondisi toilet yang memprihatinkan adalah simbol dari kegagalan yang lebih besar dalam membangun dan mempertahankan fasilitas umum di Amerika.
Jika masyarakat terpaksa bergantung pada Starbucks atau McDonald's untuk menyediakan layanan penting seperti toilet, mereka akan meragukan kemampuan para pemimpin politik untuk mengatasi tantangan yang lebih besar seperti krisis biaya hidup, ujarnya.
"Kita tidak bisa memisahkan kejadian-kejadian di mana publik kehilangan kepercayaan pada kemampuan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka, dari hilangnya kepercayaan publik pada kemampuan pemerintah untuk mewujudkan proyek-proyeknya yang paling ambisius," katanya. "Ini adalah bagian yang tak terpisahkan dari masalah yang sama."
Titik awalnya? Toilet umum
Di New York, ketersediaan toilet umum sangat terbatas — hanya satu toilet untuk setiap 8.500 penduduk. Banyak di antaranya yang pengap dan klosetnya tidak bisa disiram. Beberapa bahkan difungsikan sebagai tempat berteduh bagi para tunawisma.
Ketika Anda tidak dapat menemukan toilet, "Anda akan sangat merasakan betapa sedikitnya toilet umum dan betapa kami meninggalkan warga New York bergantung pada kemurahan hati dan kebaikan pemilik usaha atau keharusan membayar tujuh dolar (sekitar Rp 113.000) untuk secangkir kopi," kata Mamdani kepada CNN.
Mamdani mengatasi masalah yang tidak mengenakkan ini beberapa minggu setelah masa jabatannya dimulai, untuk mencoba membuktikan bahwa pemerintah masih bisa memecahkan masalah dalam kehidupan masyarakat. Bagi sosialis demokrat berusia 34 tahun ini, kondisi toilet yang memprihatinkan adalah simbol dari kegagalan yang lebih besar dalam membangun dan mempertahankan fasilitas umum di Amerika.
Jika masyarakat terpaksa bergantung pada Starbucks atau McDonald's untuk menyediakan layanan penting seperti toilet, mereka akan meragukan kemampuan para pemimpin politik untuk mengatasi tantangan yang lebih besar seperti krisis biaya hidup, ujarnya.
"Kita tidak bisa memisahkan kejadian-kejadian di mana publik kehilangan kepercayaan pada kemampuan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka, dari hilangnya kepercayaan publik pada kemampuan pemerintah untuk mewujudkan proyek-proyeknya yang paling ambisius," katanya. "Ini adalah bagian yang tak terpisahkan dari masalah yang sama."