Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 13 Maret 2026
home global news detail berita

Gebrakan Walikota Muslim New York: Zohran Mamdani Punya Rencana Besar untuk Perumahan, Transportas dan Toilet Umum

tim langit 7 Sabtu, 14 Februari 2026 - 12:20 WIB
Gebrakan Walikota Muslim New York: Zohran Mamdani Punya Rencana Besar untuk Perumahan, Transportas dan Toilet Umum
LANGIT7.ID-New York; Wali Kota New York yang pertama kali dipimpin orang muslim, Zohran Mamdani benar benar bikin gebrakan. Zohran ingin mengatasi masalah-masalah besar di New York City seperti perumahan, transportasi massal, dan pengasuhan anak.

Titik awalnya? Toilet umum

Di New York, ketersediaan toilet umum sangat terbatas — hanya satu toilet untuk setiap 8.500 penduduk. Banyak di antaranya yang pengap dan klosetnya tidak bisa disiram. Beberapa bahkan difungsikan sebagai tempat berteduh bagi para tunawisma.

Ketika Anda tidak dapat menemukan toilet, "Anda akan sangat merasakan betapa sedikitnya toilet umum dan betapa kami meninggalkan warga New York bergantung pada kemurahan hati dan kebaikan pemilik usaha atau keharusan membayar tujuh dolar (sekitar Rp 113.000) untuk secangkir kopi," kata Mamdani kepada CNN.

Mamdani mengatasi masalah yang tidak mengenakkan ini beberapa minggu setelah masa jabatannya dimulai, untuk mencoba membuktikan bahwa pemerintah masih bisa memecahkan masalah dalam kehidupan masyarakat. Bagi sosialis demokrat berusia 34 tahun ini, kondisi toilet yang memprihatinkan adalah simbol dari kegagalan yang lebih besar dalam membangun dan mempertahankan fasilitas umum di Amerika.

Jika masyarakat terpaksa bergantung pada Starbucks atau McDonald's untuk menyediakan layanan penting seperti toilet, mereka akan meragukan kemampuan para pemimpin politik untuk mengatasi tantangan yang lebih besar seperti krisis biaya hidup, ujarnya.

"Kita tidak bisa memisahkan kejadian-kejadian di mana publik kehilangan kepercayaan pada kemampuan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka, dari hilangnya kepercayaan publik pada kemampuan pemerintah untuk mewujudkan proyek-proyeknya yang paling ambisius," katanya. "Ini adalah bagian yang tak terpisahkan dari masalah yang sama."

Gebrakan Walikota Muslim New York: Zohran Mamdani Punya Rencana Besar untuk Perumahan, Transportas dan Toilet Umum

Mamdani baru-baru ini menandai pembukaan toilet baru dan menjanjikan dana kota sebesar Rp 64,8 miliar (USD $4 juta) untuk membangun 20 hingga 30 toilet umum modular baru di seluruh kota.

"Ini harus menjadi awal untuk menunjukkan seperti apa sebenarnya pemerintahan yang kompeten," ujarnya. "Setiap kali Anda berhasil mewujudkan ini, Anda sedang memberikan alasan terbaik bagi warga New York untuk percaya pada peran pemerintah sebagai kekuatan positif."

Toilet Umum yang Semakin Langka

Akses toilet di Amerika lebih mirip dengan negara berkembang—negara ini hanya memiliki delapan toilet umum per 100.000 orang, setara dengan Botswana di peringkat 30 dunia.

New York adalah salah satu dari sekian banyak pemerintah kota yang mencoba mengatasi kekurangan toilet, yang menciptakan risiko kesehatan masyarakat dan menurunkan kualitas hidup.

Pengantar makanan dan pedagang kaki lima terpaksa buang air kecil di botol. Orang-orang dengan gangguan kandung kemih dan kondisi kesehatan lainnya kesulitan bepergian di tempat umum. Wabah Hepatitis A telah dikaitkan dengan buruknya akses toilet di Philadelphia, San Diego, dan tempat-tempat lain.

Kurangnya toilet umum adalah "manifestasi dari ketimpangan ekonomi," kata Mamdani.

Kekurangan toilet ini juga merugikan secara finansial. San Francisco telah menghabiskan puluhan juta dolar setiap tahunnya untuk membersihkan kotoran manusia dari jalan-jalan. Kawasan perbelanjaan, taman, dan tempat umum lainnya kehilangan pengunjung karena mereka pergi karena tidak bisa menemukan tempat untuk buang air.

"Kita sudah mencapai titik terendah," kata Bryant Simon, sejarawan di Temple University dan penulis buku yang akan datang tentang toilet umum. "Sekarang ada upaya untuk membangun kembali toilet umum oleh pemerintah kota karena apa yang kita miliki sekarang tidak dapat dipertahankan."

Pemerintah daerah mencoba membangun toilet seperti yang mereka lakukan pada pertengahan abad kesembilan belas, ketika kekhawatiran kesehatan tentang penyebaran penyakit dan bau tak sedap dari orang-orang yang buang air kecil di jalan mendorong upaya pemasangan toilet umum.

Para pemimpin gerakan anti-alkohol juga mengadvokasi toilet umum untuk menjauhkan laki-laki dari bar, yang merupakan salah satu dari sedikit tempat yang memiliki toilet. Kota-kota kemudian berlomba membangun toilet umum menjelang era Larangan Minuman Keras untuk mengurangi dampak penutupan bar.

Namun, kota-kota tidak pernah sepenuhnya berhasil membangun jaringan toilet umum yang luas. New York dan kota-kota lain menutup toilet dan memotong layanan publik untuk menutup defisit anggaran selama tahun 1970-an dan 1980-an.

Dan selama bertahun-tahun, toilet umum telah menjadi titik api pertempuran mengenai ras, gender, dan isu-isu sosial lainnya, sehingga semakin sulit untuk memenangkan dukungan publik yang luas untuk investasi.

Menghapus segregasi di toilet umum adalah tujuan utama kampanye hak-hak sipil selama tahun 1950-an dan 1960-an. Polisi menargetkan toilet untuk menangkap pria gay pada periode yang sama. Dan akses toilet bagi transgender telah menjadi isu kontroversial selama dekade terakhir.

Toilet Modular

Toilet umum dapat menghabiskan biaya miliaran rupiah dan bertahun-tahun untuk diselesaikan karena harus terhubung ke saluran pembuangan, air, dan listrik yang terkubur jauh di dalam tanah.

New York, San Francisco, dan kota-kota lain telah mencoba membangunnya selama beberapa tahun terakhir, tetapi proyek mereka sering berakhir dengan memalukan.

San Francisco pada tahun 2022 menghabiskan Rp 27,5 miliar (USD $1,7 juta) untuk satu toilet umum. Hal ini menjadi bahan tertawaan acara komedi larut malam, beberapa menyebutnya "Toiletgate."

Wali Kota New York, Michael Bloomberg, mengumumkan rencana untuk memasang 20 toilet umum otomatis di seluruh kota pada tahun 2006, tetapi hanya lima yang pernah terpasang. Proyek tersebut terhambat dalam pertemuan dewan komunitas setempat dan proses peninjauan publik yang ekstensif.

Sekarang, New York City sedang mengadakan tender kepada vendor untuk memasang dan memelihara toilet modular, yang biasanya lebih murah dibangun karena tidak perlu disambungkan ke utilitas.

Throne Labs adalah salah satu perusahaan yang berencana bersaing untuk mendapatkan kontrak toilet di New York.

Throne memasang dan membersihkan toilet untuk kota-kota dengan biaya sekitar Rp 1,6 miliar (sekitar USD $100.000) per tahun. Orang-orang menggunakan ponsel mereka untuk masuk ke toilet Throne, dan sensor gerak memantau fasilitas tersebut.

Membangun toilet adalah pekerjaan yang tidak glamor dan "tidak selalu ada pemotongan pita," kata Mamdani. Tapi itu adalah tanda pemerintahan yang efektif.

"Artinya, pemerintah kota benar-benar melakukan tugasnya sehingga masyarakat dapat menjalani hidup mereka dengan sedikit lebih mudah."(*/saf/cnn)

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 13 Maret 2026
Imsak
04:33
Shubuh
04:43
Dhuhur
12:06
Ashar
15:11
Maghrib
18:10
Isya
19:18
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)