Sandiaga Dorong Penggunaan Konten Digital di Desa Wisata Pandanrejo
Garry Talentedo Kesawa
Rabu, 13 Oktober 2021 - 10:20 WIB
Menparekraf Sandiaga Uno saat memberikan bantuan alat kesenian di Desa Wisata Pandanrejo. (Foto: Kemenparekraf)
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, menilai Desa Wisata Pandanrejo memiliki potensi yang tinggi sehingga dapat dimaksimalkan dengan memperkuat konten promosi desa.
Menurut Sandiaga, hal tersebut tak hanya membuat banyak wisatawan datang, tapi juga menggerakkan ekonomi dan membuka lapangan kerja di Desa Pandanrejo.
"Salah satu konten promosi yang efektif adalah melalui konten digital. Saya titip konten-konten yang ada dapat diperkuat dan diunggah ke sosial media," ujar Sandiaga usai meresmikan Desa Wisata Pandanrejo sebagai salah satu dari 50 Desa Wisata Terbaik ADWI 2021, Selasa (12/10).
Salah satu potensi yang dapat dipromosikan adalah pengembangan kambing etawa khas Kaligesing yang sudah terkenal sejak masa kolonial Belanda tahun 1920. Berbeda dengan kambing pada umumnya, kambing Etawa memiliki tubuh yang besar.
Baca juga:Perpaduan Alam dan Budaya, Keunggulan Desa Wisata Tinalah
Tak jarang kambing Etawa kerap dijadikan kontes selain pemanfaatan susunya yang dipercaya memiliki deretan khasiat. Inilah yang dapat dikembangkan untuk menjadi daya tarik bagi wisatawan melalui wisata edukasi.
"Desa Wisata Pandanrejo, dan Kabupaten Purworejo pada umumnya harus dapat menjadi penyangga pariwisata Borobudur dengan berbagai daya tariknya," kata Sandiaga.
Menurut Sandiaga, hal tersebut tak hanya membuat banyak wisatawan datang, tapi juga menggerakkan ekonomi dan membuka lapangan kerja di Desa Pandanrejo.
"Salah satu konten promosi yang efektif adalah melalui konten digital. Saya titip konten-konten yang ada dapat diperkuat dan diunggah ke sosial media," ujar Sandiaga usai meresmikan Desa Wisata Pandanrejo sebagai salah satu dari 50 Desa Wisata Terbaik ADWI 2021, Selasa (12/10).
Salah satu potensi yang dapat dipromosikan adalah pengembangan kambing etawa khas Kaligesing yang sudah terkenal sejak masa kolonial Belanda tahun 1920. Berbeda dengan kambing pada umumnya, kambing Etawa memiliki tubuh yang besar.
Baca juga:Perpaduan Alam dan Budaya, Keunggulan Desa Wisata Tinalah
Tak jarang kambing Etawa kerap dijadikan kontes selain pemanfaatan susunya yang dipercaya memiliki deretan khasiat. Inilah yang dapat dikembangkan untuk menjadi daya tarik bagi wisatawan melalui wisata edukasi.
"Desa Wisata Pandanrejo, dan Kabupaten Purworejo pada umumnya harus dapat menjadi penyangga pariwisata Borobudur dengan berbagai daya tariknya," kata Sandiaga.