Momen Gala Iftar di Washington DC, Prabowo Optimis Perjanjian Dagang RI-AS Strategis
Lusi mahgriefie
Kamis, 19 Februari 2026 - 19:26 WIB
Momen Gala Iftar di Washington DC, Prabowo Optimis Perjanjian Dagang RI-AS Strategis
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri sekaligus memberi sambutan pada acara Gala Iftar Dinner Business Summit di U.S. Chamber of Commerce, Washington DC, Amerika Serikat, Rabu (18/2/2026).
Prabowo menyampaikan optimisme kuat terhadap masa depan hubungan Indonesia dan Amerika Serikat dalam sambutannya, sekaligus menyatakan bahwa kali ini Ia membawa agenda strategis, termasuk penyelesaian perjanjian dagang besar antara kedua negara.
"Saya juga berada di sini untuk menyelesaikan sebuah perjanjian perdagangan besar antara kedua negara kita. Kita telah bernegosiasi sangat intens selama beberapa bulan terakhir, dan saya pikir kita telah mencapai kesepakatan yang solid dalam banyak isu," ujar Presiden Prabowo mengutip laman Sekretariat Negara, Kamis (19/2/2026).
Presiden Prabowo menyampaikan bahwa perjanjian tersebut diharapkan menjadi pendorong utama penguatan kemitraan ekonomi Indonesia dengan Amerika Serikat. Berbagai kesepakatan penting telah ditandatangani, baik antara institusi pemerintah maupun pelaku usaha kedua negara, termasuk tindak lanjut atas isu keseimbangan perdagangan.
"Saya menantikan perjanjian perdagangan ini sebagai dorongan besar bagi kelanjutan kemitraan ekonomi dan kerja sama ekonomi antara Amerika Serikat dan Indonesia," ungkapnya.
Baca juga:Prabowo Siap Tarik Indonesia dari Board of Peace Jika Gagal Perjuangkan Palestina
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa Indonesia tidak melupakan peran historis Amerika Serikat dalam mendukung perjuangan kemerdekaan Indonesia pada periode 1945-1949. Presiden menyebut dukungan tersebut sebagai fondasi moral dalam hubungan bilateral kedua negara.
Prabowo menyampaikan optimisme kuat terhadap masa depan hubungan Indonesia dan Amerika Serikat dalam sambutannya, sekaligus menyatakan bahwa kali ini Ia membawa agenda strategis, termasuk penyelesaian perjanjian dagang besar antara kedua negara.
"Saya juga berada di sini untuk menyelesaikan sebuah perjanjian perdagangan besar antara kedua negara kita. Kita telah bernegosiasi sangat intens selama beberapa bulan terakhir, dan saya pikir kita telah mencapai kesepakatan yang solid dalam banyak isu," ujar Presiden Prabowo mengutip laman Sekretariat Negara, Kamis (19/2/2026).
Presiden Prabowo menyampaikan bahwa perjanjian tersebut diharapkan menjadi pendorong utama penguatan kemitraan ekonomi Indonesia dengan Amerika Serikat. Berbagai kesepakatan penting telah ditandatangani, baik antara institusi pemerintah maupun pelaku usaha kedua negara, termasuk tindak lanjut atas isu keseimbangan perdagangan.
"Saya menantikan perjanjian perdagangan ini sebagai dorongan besar bagi kelanjutan kemitraan ekonomi dan kerja sama ekonomi antara Amerika Serikat dan Indonesia," ungkapnya.
Baca juga:Prabowo Siap Tarik Indonesia dari Board of Peace Jika Gagal Perjuangkan Palestina
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa Indonesia tidak melupakan peran historis Amerika Serikat dalam mendukung perjuangan kemerdekaan Indonesia pada periode 1945-1949. Presiden menyebut dukungan tersebut sebagai fondasi moral dalam hubungan bilateral kedua negara.