Ramadhan Bercahaya
Ramadhan: Jembatan Menuju Perdamaian Antariman dan Reinterpretasi Relasi Muslim-Non Muslim
Esti setiyowati
Jum'at, 20 Februari 2026 - 06:04 WIB
Ketua Bahtsul Masail PBNU, KH Mahbub Maafi Ramdlan di Masjid Kampus UGM pada Kamis, 19 Februari 2026. Foto: tangkapan layar.
Fenomenakekerasan berbasis agama masih menjadi tantangan serius di Indonesia. Merujuk pada data Setara Institute, terdapat setidaknya 440 peristiwa kekerasan berbasis agama dengan angka yang cenderung meningkat setiap tahunnya.
Hal ini tentu memprihatinkan, sebab pada hakikatnya, Al-Qur'an secara tegas menyatakan bahwa tidak ada paksaan dalam agama dan tidak membenarkan kekerasan atas nama keyakinan.
Ketua Bahtsul Masail PBNU, KH Mahbub Ma'afi Ramdlan di Ramadhan Public Lecture, rangkaian acara Ramadhan di Kampus UGM, membedah akar persoalan ini melalui tinjauan fiqih klasik dan relevansinya di era modern.
Baca juga: Menilik Peluang Menjadi Muslim Negarawan di Era Modern
Pergeseran Norma: Dari Konflik Menuju Perdamaian
"Salah satu pertanyaan mendasar dalam khazanah Islam adalah: Bagaimana sebenarnya relasi antara Muslim dan Non-Muslim? Apakah relasi tersebut dibangun atas dasar perdamaian atau konflik?" tanya KH Mahbub di Masjid Kampus UGM, Kamis (19/2/2026).
Ia menjelaskan bahwa secara historis, pakar hukum Islam Prof Wahbah al-Zuhaili pernah menyebutkan bahwa dalam pandangan ulama terdahulu (baik Sunni maupun Syiah), relasi Muslim dan Non-Muslim sering kali dipandang sebagai relasi konflik.
Hal ini tentu memprihatinkan, sebab pada hakikatnya, Al-Qur'an secara tegas menyatakan bahwa tidak ada paksaan dalam agama dan tidak membenarkan kekerasan atas nama keyakinan.
Ketua Bahtsul Masail PBNU, KH Mahbub Ma'afi Ramdlan di Ramadhan Public Lecture, rangkaian acara Ramadhan di Kampus UGM, membedah akar persoalan ini melalui tinjauan fiqih klasik dan relevansinya di era modern.
Baca juga: Menilik Peluang Menjadi Muslim Negarawan di Era Modern
Pergeseran Norma: Dari Konflik Menuju Perdamaian
"Salah satu pertanyaan mendasar dalam khazanah Islam adalah: Bagaimana sebenarnya relasi antara Muslim dan Non-Muslim? Apakah relasi tersebut dibangun atas dasar perdamaian atau konflik?" tanya KH Mahbub di Masjid Kampus UGM, Kamis (19/2/2026).
Ia menjelaskan bahwa secara historis, pakar hukum Islam Prof Wahbah al-Zuhaili pernah menyebutkan bahwa dalam pandangan ulama terdahulu (baik Sunni maupun Syiah), relasi Muslim dan Non-Muslim sering kali dipandang sebagai relasi konflik.