home lifestyle muslim

Silaturahmi Lintas Negara

Puasa Ekstrem di Kanada, Dari Tantangan Matahari 16 Jam hingga Tarawih di Suhu -32 C

Ahad, 22 Februari 2026 - 08:03 WIB
Warga Indonesia yang kini menetap di Kanada, Achmad Faisal Nasution saat berkumpul bersama keluarga. Foti: dok Faisal Nasution.
Tahun 2026 ini menandai satu dekade perjalanan hidup Achmad Faisal Nasution di Kanada. Sejak menginjakkan kaki di "Negeri Daun Mapel" pada 2016 lalu, Faisal telah mencicipi berbagai kota, mulai dari Toronto, Mississauga, hingga Oakville di Provinsi Ontario, hingga kini akhirnya menetap di Edmonton, Provinsi Alberta.

Bagi pria asal Medan ini, Kanada dengan keberagamannya memberikan pengalaman yang sangat kaya.

Tantangan Musim dan Durasi Puasa

Masih sangat segar kenangan puasa pertama Faisal di Kanada. Ramadhan tahun 2017 menjadi pengalaman tak terlupakan bagi pria yangbekerja di perusahaan yang bergerak di bidang cathodic corrosionini.Kala itu, bulan suci jatuh bertepatan pada musim panas.

Ia mengaku terkejut melihat matahari yang masih bersinar terang benderang meski jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam.

Baca juga: Cerita Dina Kuswardini Rajut Solidaritas WNI di Negeri Jiran

"Ramadan pertama saya di Kanada pada 2017, bertepatan pada musim panas yang siangnya lebih panjang dari pada malam. Saya berpuasa selama 16 jam. Di awal-awal sempat kaget juga karena melihat jam 21.00 waktu setempat matahari masih bersinar terang," kata eks jurnalis salah satu media besar di Jakarta pada LANGIT7.ID.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya