Cerita Dina Kuswardini Rajut Solidaritas WNI di Negeri Jiran
esti setiyowatiSabtu, 21 Februari 2026 - 08:02 WIB
Dina Kuswardini bersama keluarga saat liburan keliling Eropa. Foto: Dok Dina Kuswardini
LANGIT7.ID-, Kuala Lumpur - Jarak ribuan kilometer dari tanah air tak lantas memutus tali silaturahmi bagi para diaspora Indonesia di Malaysia.
Seperti Dina Kuswardini, seorang alumnus Teknik Lingkungan Institut Teknologi Bandung (ITB)yang kini menetap di Kuala Lumpur, Ramadhan di negeri orang justru menjadi momentum untuk mempererat ikatan kekeluargaan sesama anak bangsa.
Ibu dari empat anak ini telah empat tahun menetap di Malaysia mengikuti sang suami yang bekerja di sektor oil and gas.
Meski sibuk mengurus buah hatinya, termasuk memantau putra sulungnya yang kini menempuh studi Teknik Mesin di Jerman, Dina tak pernah absen merangkul komunitas Indonesia di sekitarnya.
Wujud kekeluargaan yang paling nyata ditunjukkan Dina melalui pengabdiannya di shelter KBRI Kuala Lumpur. Di tempat ini, ia mengajar Matematika dan Qiraati bagi para pekerja migran Indonesia yang sedang menghadapi masalah hukum atau kekerasan.
Bagi Dina, mereka bukan sekadar orang asing, melainkan saudara satu bangsa.
"Di shelter, kami melakukan banyak kegiatan bersama, mulai dari senam, pengajian, hingga kebaktian bagi yang non-muslim. Kami ingin mereka merasa tidak sendirian selama menunggu proses kepulangan ke tanah air," ungkap Dina yang pernah menetap di Brunei Darussalam dan Inggris.
Tradisi Unik Diaspora: Hampers Ramadhan dan Olahraga Bersama
Kekompakan komunitas Indonesia di Kuala Lumpur juga tercermin dari kebiasaan unik mereka. Jika di Tanah Air hampers identik dengan Hari Raya Idulfitri, diaspora di Malaysia punya tradisi berbeda.
"Silaturahmi di sini sangat terjaga. Tradisinya adalah saling mengirim hampers makanan atau barang justru saat Ramadhan sedang berlangsung," ceritanya.
Tak hanya itu, kebersamaan juga dipupuk melalui aktivitas fisik seperti bermain pickleball dua kali seminggu, yang menjadi ajang kumpul rutin bagi warga Indonesia di sana.
Menghadirkan "Rasa Indonesia" di Meja Makan
Meski suasana Ramadhan di Malaysia tergolong nyaman dengan fasilitas masjid yang bersih dan sejuk, kerinduan akan kumpul keluarga di Indonesia tetap tak tergantikan.
Untuk mengobati rasa rindu dan mengenalkan akar budaya pada anak-anaknya, Dina selalu menyajikan kolak sebagai hidangan berbuka.
"Kumpul bersama orang tua dan saudara saat sahur dan berbuka adalah yang paling dirindukan," akunya.
Itulah sebabnya, meski sudah merasa betah dengan fasilitas ibadah di Malaysia yang serba gratis dan nyaman, Dina dan keluarga tetap memilih pulang ke Indonesia beberapa hari sebelum lebaran agar bisa merayakan hari kemenangan di pelukan keluarga besar.
Melalui kisahnya, Dina Kuswardini membuktikan bahwa di mana pun kaki berpijak, rasa kekeluargaan sebagai sesama Indonesia akan selalu menjadi kekuatan yang menghangatkan hati, terutama di bulan suci Ramadhan.
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”