DPR: Pelaksanaan PTM Tidak Mudah, Tenaga Pendidik Harus Patuh Prokes
Ahmad zuhdi
Rabu, 13 Oktober 2021 - 16:05 WIB
Ilustrasi pelaksanaan pembelajaran tatap muka di Sekolah Persatuan Islam Tarogong Garut (foto: Instagram/@persistarogong)
Kebijakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sangat penting untuk meningkatkan mutu pendidikan dan kualitas SDM Indonesia beberapa tahun ke depan. Oleh karena itu, pelaksanaan PTM harus didukung oleh semua pihak, terutama lintas kementerian lembaga yang ada.
"Sekarang kan sudah ada Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka. Dalam surat edaran tersebut ditekankan pentingnya PTM berbasis protokol kesehatan yang ketat. Protokol kesehatan ini yang perlu diperkuat sehingga dalam tataran implementasi dapat melindungi seluruh peserta didik, guru, dan tenaga pendukung lainnya," kata Ketua Fraksi PAN DPR, Saleh Partaonan Daulay dalam keterangannya, Selasa (12/10).
Baca juga: Kepala Desa Bakal Diberi Peluang Sekolah Hingga S3
Ia mengakui bahwa pelaksanaan PTM tidak mudah. Sudah semestinya dipastikan bahwa mereka yang mengikuti PTM harus aman, sehat, dan terhindar dari Covid-19. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan melaksanakan testing secara reguler kepada siswa, guru, dan tenaga administrasi lainnya.
"Setidaknya, guru, anak didik, dan staf administrasi ditest minimal sekali atau dua kali dalam dua minggu. Agar tidak terlalu mahal dan tidak memakan waktu lama, maka testing dilakukan dengan rapid antigen. Dengan begitu, penularan covid-19 di sekolah dan perguruan tinggi dapat dipantau dengan baik," ujarnya.
Selain itu, peserta didik yang mengikuti PTM harus diprioritaskan untuk mendapatkan vaksinasi. Anak-anak sekolah yang berumur 12 tahun ke atas, sudah semestinya mendapat prioritas. Menurut dia, sangat baik jika kemudian setiap sekolah melaksanakan vaksinasi bagi seluruh siswanya yang memenuhi persyaratan.
Baca juga: UIN Walisongo Semarang Segera Gelar PTM Terbatas Mulai 11 Oktober
"Sekarang kan sudah ada Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka. Dalam surat edaran tersebut ditekankan pentingnya PTM berbasis protokol kesehatan yang ketat. Protokol kesehatan ini yang perlu diperkuat sehingga dalam tataran implementasi dapat melindungi seluruh peserta didik, guru, dan tenaga pendukung lainnya," kata Ketua Fraksi PAN DPR, Saleh Partaonan Daulay dalam keterangannya, Selasa (12/10).
Baca juga: Kepala Desa Bakal Diberi Peluang Sekolah Hingga S3
Ia mengakui bahwa pelaksanaan PTM tidak mudah. Sudah semestinya dipastikan bahwa mereka yang mengikuti PTM harus aman, sehat, dan terhindar dari Covid-19. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan melaksanakan testing secara reguler kepada siswa, guru, dan tenaga administrasi lainnya.
"Setidaknya, guru, anak didik, dan staf administrasi ditest minimal sekali atau dua kali dalam dua minggu. Agar tidak terlalu mahal dan tidak memakan waktu lama, maka testing dilakukan dengan rapid antigen. Dengan begitu, penularan covid-19 di sekolah dan perguruan tinggi dapat dipantau dengan baik," ujarnya.
Selain itu, peserta didik yang mengikuti PTM harus diprioritaskan untuk mendapatkan vaksinasi. Anak-anak sekolah yang berumur 12 tahun ke atas, sudah semestinya mendapat prioritas. Menurut dia, sangat baik jika kemudian setiap sekolah melaksanakan vaksinasi bagi seluruh siswanya yang memenuhi persyaratan.
Baca juga: UIN Walisongo Semarang Segera Gelar PTM Terbatas Mulai 11 Oktober