LANGIT7.ID, Semarang - UIN Walisongo Semarang tengah bersiap menyelenggarakan perkuliahan tatap muka (PTM) terbatas pada tanggal 11 Oktober 2021 hingga 17 Desember 2021. Masing-masing fakultas diberi pilihan dari kampus untuk menentukan beberapa opsi PTM.
Di antaranya dengan menerapkan pergantian kuliah dengan nomor absensi ganjil genap, dengan kuliah model blended learning atau menggabungkan daring dan luring. Mahasiswa yang berada di Semarang bisa mengikuti tatap muka, dan yang berada di luar Semarang bisa daring. Perkuliahan yang mata kuliahnya lebih banyak teori, digelar daring. Dan yang praktik, digelar luring atau tatap muka.
Selain itu, keempat, mata kuliah tertentu bisa menggunakan
e-learning Walisongo dan
platform lain. Pilihan kelima adalah kuliah daring untuk awal semester sampai tengah semester, dan kuliah tatap muka tengah semester sampai akhir semester begitu juga sebaliknya.
Baca Juga: Sempat Tiarap, UIN Semarang Kembali Hidupkan Walisongo Halal Center
Saat ini telah dilakukan persiapan dan penataan sesuai dengan panduan pembelajaran dengan adaptasi kegiatan baru. UIN juga telah melakukan simulasi perkuliahan
blended learning.“PTM untuk mahasiswa semester 1 dan 3, yang belum pernah merasakan kuliah di kampus,” kata Wakil Rektor 1 Bidang Akademik dan Lembaga M Mukhsin Jamil, Kamis (7/10).
PTM terbatas ini mengacu surat edaran Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI nomor B-2721.1/DJ.I/PP.00.9/08/2021/2022 tentang Penyelenggaraan Perkuliahan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam tahun akademik 2021/2022 selama pemberlakuan PPKM Covid-19.
Baca Juga: IAIN Cirebon Miliki Mahad untuk Belajar Kitab Kuning bagi Mahasiswa
Selain hanya untuk mahasiswa semester 1 dan 3, PTM ini juga berlaku bagi mahasiswa yang melaksanakan praktikum, dan tidak bisa dilakukan melakukan daring. Mahasiswa dan dosen, harus dalam kondisi sehat, tidak terinfeksi virus Sudah menjalani vaksinasi, serta mengisi form kesediaan mengikuti PTM terbatas.
“Memakai masker 2 lapis dan menjaga jarak antara 1-1,5 meter. Perkuliahan 50 % untuk tatap muka,” ucapnya.
Durasi perkuliahan tatap muka, 30 menit tiap 1 SKS dilanjutkan 60 menit untuk kuliah terstruktur dan 60 menit tugas mandiri. Proses perkuliahan difokuskan untuk tanya jawab. Bahan sudah dibagikan sebelum kuliah.
“Mahasiswa harus meninggalkan kampus jika tidak ada kegiatan akademik dan tidak boleh melakukan kegiatan di sekitar kampus,” ujar Mukhsin Jamil.
Baca Juga: Sejarah IAIN di Indonesia, Hingga Bertransformasi Menjadi UIN(jqf)