LANGIT7.ID, Cirebon - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Cirebon mengembangkan Ma'had Al-Jami'ah yakni asrama bagi mahasiswa dan mahasiswi untuk mempelajari Islam lebih intensif.
"Seluruh mahasiswa dan mahasiswi yang tinggal di Ma'had kita belajar ilmu keislaman, untuk membentuk karakter yang Islami, menata jiwa dengan nilai-nilai moderasi," kata Direktur Ma'had Al-Jami'ah IAIN Syekh Nurjati, Amir, melansir kemenag.go.id, Sabtu (22/9/2021).
Baca Juga: Sejarah IAIN di Indonesia, Hingga Bertransformasi Menjadi UIN
Di Ma'had itu, mahasiswa dilatih untuk bisa membaca kitab kuning serta mengembangkan penguasaan bahasa asing.
"Selain, dapat memahami kitab kuning, mahasiswa juga kita latih dalam penguasaan bahasa asing," tambahnya.
Selain itu, akan dikembangkan program tahfidz Al-Qur'an untuk para mahasiswa.
"Ke depan, kita akan membentuk juga Program Tahfidz di Ma'had, selain kajian kitab kuning , dan Penguasaan bahasa Asing," terang Amir.
Kasubbag Humas dan Publikasi IAIN Syekh Nurjati, Muhammad Arifin menambahkan bahwa Ma'had Al-Jami'ah, sudah ada sejak perguruan tinggi ini masih berstatus STAIN hingga transformasi ke IAIN Cirebon.
"Kajian kitab kuning dilaksanakan setiap hari setelah subuh. Ma'had Al-Jami'ah kita ini dapat menampung kurang lebih 1000 mahasiswa. Selain di Ma'had Al-Jami'ah, mahasiswa juga ditempatkan di Pondok Pesantren sekitar Cirebon," kata Arifin.
Sementara mahasiswa yang tidak tertampung di Ma'had ditempatkan untuk belajar kitab kuning di beberapa pesantren sekitar kampus di Cirebon.
"Semoga ke depan, sarana prasarana ma'had ini, dapat menampung semua mahasiswa. Ini bagian dari pelayanan kita bagi masyarakat Cirebon atau generasi bangsa ke depan yang berkarakter Islami yang moderat," harap Arifin.
(jqf)