Inspiratif! Direktur Utama Bank Muamalat Dinobatkan Sebagai Best CEO 2025
Tim langit 7
Jum'at, 27 Februari 2026 - 10:15 WIB
Dirut Bank Muamalat Imam Teguh Saptono raih Best CEO 2025 di Jakarta (26/2). Bukti kepemimpinan tangguh bawa Bank Muamalat jadi Jalan Hijrah Menuju Berkah. Dok: Humas
LANGIT7.ID-Jakarta; Direktur Utama PT Bank Muamalat Indonesia Tbk Imam Teguh Saptono, meraih penghargaan prestisius Best CEO 2025 yang diselenggarakan oleh SWA Media Group dan Dunamis Organization Services. Penghargaan ini diberikan berkat kepemimpinan Imam yang inspiratif, inovasi yang berkelanjutan, serta visi dan ketangguhannya dalam membawa Bank Muamalat tetap berdiri kokoh di tengah berbagai tantangan bisnis.
"Alhamdulillah dan terima kasih kepada SWA Media Group dan Dunamis Organization Services. Penghargaan ini tentunya bukan prestasi personal saya semata, tapi buah dari dedikasi dan kerja sama seluruh karyawan di Bank Muamalat dalam membangun ekosistem syariah yang saling menguatkan dan menjunjung tinggi nilai-nilai good corporate governance (GCG)," kata Imam di acara Best CEO & CFO Forum di Jakarta, dikutip Jumat (27/2/2026).
Sejak menjabat sebagai Direktur Utama Bank Muamalat pada Maret 2025 lalu, Imam dihadapkan pada sejumlah tantangan. Dia mengakui, tantangan terbesar justru datang dari dalam, yaitu mengembalikan rasa percaya umat (trust). Karena, keuangan syariah itu tidak hanya soal struktur dan produk, tapi soal value dan kredibilitas.
“Kita berhadapan dengan pasar yang sangat kritis dan spiritual sekaligus. Mereka ingin bank yang tidak hanya Islami, tapi juga bermartabat dan terpercaya,” terang Imam.
Salah satu gebrakan monumental yang dilakukan Imam bersama tim adalah menata ulang arah strategis Bank Muamalat secara jujur dan berani melalui apa yang disebut sebagai Turnaround Plan berbasis nilai.
“Kami tidak memulai dari kosmetik kinerja, tetapi dari hal yang paling mendasar: kesadaran kolektif bahwa krisis bukanlah aib, melainkan momentum spiritual dan manajerial untuk bangkit. Dari situ, kami menyederhanakan fokus bisnis, menghentikan ekspansi yang tidak sehat, dan mengalihkan energi organisasi ke segmen-segmen yang benar-benar kami pahami dan kuasai—khususnya ekosistem haji dan umrah, pembiayaan emas, dan ritel yang resilient,” tuturnya lagi.
Di saat yang sama, Bank Muamalat memperkuat budaya internal dengan menegaskan kembali bahwa pionir bank syariah di Indonesia ini bukan sekadar entitas bisnis, tetapi institusi perjuangan. Perubahan pun terasa nyata dalam cara bekerja, cara mengambil keputusan, hingga cara melayani nasabah.
"Alhamdulillah dan terima kasih kepada SWA Media Group dan Dunamis Organization Services. Penghargaan ini tentunya bukan prestasi personal saya semata, tapi buah dari dedikasi dan kerja sama seluruh karyawan di Bank Muamalat dalam membangun ekosistem syariah yang saling menguatkan dan menjunjung tinggi nilai-nilai good corporate governance (GCG)," kata Imam di acara Best CEO & CFO Forum di Jakarta, dikutip Jumat (27/2/2026).
Sejak menjabat sebagai Direktur Utama Bank Muamalat pada Maret 2025 lalu, Imam dihadapkan pada sejumlah tantangan. Dia mengakui, tantangan terbesar justru datang dari dalam, yaitu mengembalikan rasa percaya umat (trust). Karena, keuangan syariah itu tidak hanya soal struktur dan produk, tapi soal value dan kredibilitas.
“Kita berhadapan dengan pasar yang sangat kritis dan spiritual sekaligus. Mereka ingin bank yang tidak hanya Islami, tapi juga bermartabat dan terpercaya,” terang Imam.
Salah satu gebrakan monumental yang dilakukan Imam bersama tim adalah menata ulang arah strategis Bank Muamalat secara jujur dan berani melalui apa yang disebut sebagai Turnaround Plan berbasis nilai.
“Kami tidak memulai dari kosmetik kinerja, tetapi dari hal yang paling mendasar: kesadaran kolektif bahwa krisis bukanlah aib, melainkan momentum spiritual dan manajerial untuk bangkit. Dari situ, kami menyederhanakan fokus bisnis, menghentikan ekspansi yang tidak sehat, dan mengalihkan energi organisasi ke segmen-segmen yang benar-benar kami pahami dan kuasai—khususnya ekosistem haji dan umrah, pembiayaan emas, dan ritel yang resilient,” tuturnya lagi.
Di saat yang sama, Bank Muamalat memperkuat budaya internal dengan menegaskan kembali bahwa pionir bank syariah di Indonesia ini bukan sekadar entitas bisnis, tetapi institusi perjuangan. Perubahan pun terasa nyata dalam cara bekerja, cara mengambil keputusan, hingga cara melayani nasabah.