home wirausaha syariah

Target Ambisius BEI, Mau Cetak 50 Ribu Investor Syariah Baru Tahun Ini

Jum'at, 27 Februari 2026 - 14:31 WIB
Target Ambisius BEI, Mau Cetak 50 Ribu Investor Syariah Baru Tahun Ini

LANGIT7.ID-Jakarta; Target ambisius ditetapkan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk memperluas basis investor syariah pada tahun 2026. Otoritas bursa mematok penambahan 50.000 Single Investor Identification (SID) investor syariah aktif sepanjang tahun ini, sebuah lonjakan drastis dibandingkan target tahun 2025 yang hanya 13.500 SID.

Keputusan menaikkan target ini didasari oleh realisasi performa tahun lalu yang melampaui ekspektasi. Kepala Divisi Pasar Modal Syariah BEI, Irwan Abdalloh, mengungkapkan bahwa pada tahun 2025, perusahaan mencatatkan pencapaian hingga 43.000 SID aktif.

"Tahun kemarin targetnya cuma 13.500 penambahan investor syariah itu. Tahun sekarang 50.000. Karena ternyata tahun 2025, perusahaan melihat pencapaiannya 43.000 SID. Berarti, kalau target cuma 13.500 SID terlalu rendah. Akhirnya dinaikkan targetnya jadi 50.000 SID," ujar Irwan Abdalloh dalam keterangannya, dikutip Jumat (27/2/2026).

Pertumbuhan pasar modal syariah terlihat dari akumulasi jumlah investor yang mencapai 217.157 SID per Desember 2025. Angka tersebut menunjukkan kenaikan dari posisi akhir tahun 2024 yang berjumlah 169.397 investor. Dari sisi aktivitas, jumlah investor syariah aktif juga meningkat menjadi 43.135 SID pada akhir 2025, dibandingkan 30.979 SID pada periode tahun sebelumnya.

Peningkatan basis pemodal ini berdampak langsung pada likuiditas pasar. Nilai transaksi investor syariah melonjak menjadi Rp11,2 triliun sepanjang tahun 2025, naik dua kali lipat lebih dari capaian tahun 2024 yang sebesar Rp5,5 triliun.

"Saya sekarang lebih senang, Bursa Efek Indonesia (BEI) lebih senang meng-highlight tentang pencapaian yang sudah dilakukan oleh investor khusus syariah yang 217.000 itu. Dari sebanyak 217.000 investor syariah itu, transaksinya sudah mencapai Rp11,2 triliun," kata Irwan.

Secara operasional, volume transaksi syariah menyentuh 30,6 miliar saham dengan frekuensi perdagangan sebanyak 2,7 juta kali hingga Desember 2025. Saat ini, instrumen syariah telah mendominasi pasar modal Indonesia dengan total 672 saham syariah dari keseluruhan 956 saham yang tercatat.

Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya