Silaturahmi Lintas Negara
Kontras Ramadhan di Dubai vs Jakarta, Antara Ibadah Sat-Set dan Kehangatan Tradisi
Esti setiyowati
Senin, 02 Maret 2026 - 08:00 WIB
Mehran Ilma, pekerja asal Indonesia yang tengah meniti karier di Dubai, Uni Emirat Arab. Foto: dok pribadi.
Atmosfer Ramadhan selalu terasa istimewa dengan ciri khasnya tiap kota di dunia. Dubai menawarkan kekhidmatan spiritual di tengah arsitektur megah dan tenda-tenda Iftar. Sementara negeri tetangga, Singapura menyuguhkan kehangatan komunitas Muslim di tengah modernitas kota.
Nuansa berbeda itu dirasakan Mehran Ilma, lulusan Sastra Rusia Universitas Indonesia, sebagai pengalaman berharga dalam hidupnya.
Baca juga:Meniti Puasa di Jerman: Cerita Imas tentang Toleransi, Ausbildung, dan Menjaga Iman
Meski tergolong masih muda, Mehran telah berkesempatan mengecap keunikan Ramadhan di dua belahan dunia yang berbeda, mulai dari Singapura hingga kini tinggal di Dubai.
Keahliannya dalam bahasa Rusia telah mengantarkannya tinggal di berbagai negara, mulai dari Rusia hingga Singapura. Setelah sempat memutuskan resign pascapandemi dan kembali ke Jakarta, kini Mehran telah tinggal selama hampir setahun di Dubai, Uni Emirat Arab.
Bekerja di bagian sales dan inventori pada sebuah perusahaan manufaktur alat laboratorium, perusahaan yang sama tempat ia bekerja saat masih di Bintan, Mehran kini merasakan Ramadhan yang jauh berbeda dari Tanah Air.
Kontras Budaya Singapura, Indonesia, vs Dubai
Nuansa berbeda itu dirasakan Mehran Ilma, lulusan Sastra Rusia Universitas Indonesia, sebagai pengalaman berharga dalam hidupnya.
Baca juga:Meniti Puasa di Jerman: Cerita Imas tentang Toleransi, Ausbildung, dan Menjaga Iman
Meski tergolong masih muda, Mehran telah berkesempatan mengecap keunikan Ramadhan di dua belahan dunia yang berbeda, mulai dari Singapura hingga kini tinggal di Dubai.
Keahliannya dalam bahasa Rusia telah mengantarkannya tinggal di berbagai negara, mulai dari Rusia hingga Singapura. Setelah sempat memutuskan resign pascapandemi dan kembali ke Jakarta, kini Mehran telah tinggal selama hampir setahun di Dubai, Uni Emirat Arab.
Bekerja di bagian sales dan inventori pada sebuah perusahaan manufaktur alat laboratorium, perusahaan yang sama tempat ia bekerja saat masih di Bintan, Mehran kini merasakan Ramadhan yang jauh berbeda dari Tanah Air.
Kontras Budaya Singapura, Indonesia, vs Dubai