Kolom Ekonomi Syariah: Bagaimana Iran Membiayai Perang?
Tim langit 7
Senin, 02 Maret 2026 - 05:40 WIB
Kolom Ekonomi Syariah: Bagaimana Iran Membiayai Perang?
Oleh: Prof Dr Bambang Setiaji
LANGIT7.ID-Perang modern berbiaya tinggi. Perang modern mengandalkan teknologi roket dipandu dengan teknologi berbasis internet. Dari sisi biaya Iran tidak sebanding dengan US dan Israel. Anggaran perang Iran hanya 10 milyar US, sementara US 880 milyar dan Israel US 25 milyar. Dengan demikian dari sisi biaya kemampuan Iran melawan gabungan dua negara tersebut sungguh sangat jauh.
Pembiayaan yang besar untuk persenjataan rupanya menyebabkan kesulitan ekonomi terutama inflasi tinggi yang menjadikan benih keresahan dan demonstrasi besar bulan lalu. Korban demonstrasi menjadi asupan bagi Amerika untuk propaganda yang melegitimasi perang tersebut. Narasi perang pembebasan dipropagandakan dengan menyebut bahwa rezim republik Islam Iran sebagai tiran.
Menjadi catatan juga bahwa penyerangan di bulan Ramadhan oleh kedua negara yang sering terjadi menggambarkan bahwa kedua pemimpin kurang respek terhadap Islam. Negara Islam di sekitarnya yang juga menjadikan Islam sebagai perekat negara sayangnya juga terlibat beban sejarah yang sangat panjang antara sunni dan syiah. Sehingga Iran seperti ditinggal sendirian. Hal ini sangat menguntungkan bagi Trump dan Netanyahu untuk melenyapkan benteng negara agama yang terakhir. Dalam suatu buku yang ditulis oleh jurnalis Amerika tentang keluarga Saud, ditutup dengan perlunya direformasi atau kurang lebih sama dengan nasib Iran.
Kembali kepada topik di atas bagaimana strategi Iran dalam menghadapi raksasa besar dan raksasa kecil dengan anggaran perang hanya 1 persen? Bagaimanapun persenjataan Iran harus dibuat dengan biaya murah. Swasembada negara tentu diperlukan karena dengan swasembada berbasis negara keuntungan pembuat senjata bisa diminimalisir. Dengan anggaran yang terbatas bisa diperoleh kualitas dan kuantitas yang cukup.
Baca juga: Kolom Ekonomi Syariah: Rakyat Merindukan Kejutan Teknologi
Baca juga:Kolom Ekonomi Syariah: Membentuk Ekonomi Egaliter: Belum Dibagi Sudah Merata
LANGIT7.ID-Perang modern berbiaya tinggi. Perang modern mengandalkan teknologi roket dipandu dengan teknologi berbasis internet. Dari sisi biaya Iran tidak sebanding dengan US dan Israel. Anggaran perang Iran hanya 10 milyar US, sementara US 880 milyar dan Israel US 25 milyar. Dengan demikian dari sisi biaya kemampuan Iran melawan gabungan dua negara tersebut sungguh sangat jauh.
Pembiayaan yang besar untuk persenjataan rupanya menyebabkan kesulitan ekonomi terutama inflasi tinggi yang menjadikan benih keresahan dan demonstrasi besar bulan lalu. Korban demonstrasi menjadi asupan bagi Amerika untuk propaganda yang melegitimasi perang tersebut. Narasi perang pembebasan dipropagandakan dengan menyebut bahwa rezim republik Islam Iran sebagai tiran.
Menjadi catatan juga bahwa penyerangan di bulan Ramadhan oleh kedua negara yang sering terjadi menggambarkan bahwa kedua pemimpin kurang respek terhadap Islam. Negara Islam di sekitarnya yang juga menjadikan Islam sebagai perekat negara sayangnya juga terlibat beban sejarah yang sangat panjang antara sunni dan syiah. Sehingga Iran seperti ditinggal sendirian. Hal ini sangat menguntungkan bagi Trump dan Netanyahu untuk melenyapkan benteng negara agama yang terakhir. Dalam suatu buku yang ditulis oleh jurnalis Amerika tentang keluarga Saud, ditutup dengan perlunya direformasi atau kurang lebih sama dengan nasib Iran.
Kembali kepada topik di atas bagaimana strategi Iran dalam menghadapi raksasa besar dan raksasa kecil dengan anggaran perang hanya 1 persen? Bagaimanapun persenjataan Iran harus dibuat dengan biaya murah. Swasembada negara tentu diperlukan karena dengan swasembada berbasis negara keuntungan pembuat senjata bisa diminimalisir. Dengan anggaran yang terbatas bisa diperoleh kualitas dan kuantitas yang cukup.
Baca juga: Kolom Ekonomi Syariah: Rakyat Merindukan Kejutan Teknologi
Baca juga:Kolom Ekonomi Syariah: Membentuk Ekonomi Egaliter: Belum Dibagi Sudah Merata