home global news

Menteri Kebudayaan dan Svida Alisjahbana Bahas Sinergi Pelestarian Berkelanjutan Candi Borobudur

Senin, 02 Maret 2026 - 22:19 WIB
Menteri Kebudayaan dan Svida Alisjahbana Bahas Sinergi Pelestarian Berkelanjutan Candi Borobudur
LANGIT7.ID-Jakarta; Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menerima audiensi Svida Alisjahbana di kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta. Pertemuan ini membahas gagasan strategis bertajuk “Borobudur in Harmony”, yaitu penguatan Candi Borobudur sebagai living heritage yang tidak hanya dipandang sebagai monumen, tetapi sebagai pusat budaya, spiritualitas, dan dialog global.

Dalam paparannya, Svida Alisjahbana menegaskan bahwa Borobudur merupakan ruang spiritual yang harus dijaga martabatnya. Ia mengungkapkan bahwa gagasan ini berawal dari tawaran penyelenggaraan fashion week di Candi Borobudur, namun ia menolak pendekatan tersebut.

Ia menjelaskan bahwa Borobudur in Harmony dirancang sebagai agenda tahunan berkelanjutan yang bertumpu pada tiga pilar utama, yaitu Conference (Mind), Festival (Body), dan Community Engagement (Spirit). Konferensi akan menghadirkan forum global dengan melibatkan para ahli, akademisi, seniman, dan praktisi internasional untuk membahas berbagai tema seperti harmoni seni pertunjukan, wellness sebagai infrastruktur manusia, hingga eksplorasi jamu sebagai sacred elixir.

Sementara itu, festival akan menghadirkan aktivasi budaya dan wellness yang bersifat imersif, seperti ritual matahari terbit, lokakarya, laboratorium kreatif, lokakarya, pertunjukan seni, hingga sunset sound healing dengan latar candi. Terakhir, yaitu Komunitas dan local engagement dengan melibatkan penjaga budaya lokal dalam memastikan keberlanjutan serta dampak ekonomi jangka panjang yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

Menurut Svida, ketiga pilar tersebut dirancang terintegrasi dalam satu integrative master concept, dimana konferensi menghasilkan gagasan, festival menghadirkan pengalaman nyata, dan komunitas memastikan dampak berkelanjutan. Konsep ini, lanjutnya, menempatkan Borobudur sebagai pusat budaya, wellness, dan kepemimpinan gagasan dunia. “Kita ingin dunia datang bukan hanya untuk melihat monumen, tetapi untuk berpikir, merasakan, bertransformasi, dan merasa memiliki,” katanya.

Rama Soeprapto, yang turut mendampingi Svida menambahkan bahwa Indonesia memiliki narasi besar yang belum sepenuhnya diterjemahkan secara kuat ke panggung global. Ia mencontohkan bagaimana negara lain mampu menjadikan situs budayanya sebagai panggung seni berkelas dunia.

Menanggapi paparan tersebut, Menteri Kebudayaan menyampaikan dukungan atas upaya aktivasi situs-situs cagar budaya sebagai amanat undang-undang sekaligus bagian dari penguatan ekonomi budaya. “Tentu kita sangat mendukung pemanfaatan cagar budaya ini, termasuk Borobudur, agar memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekitar dan ekonomi budaya kita,” ujar Menteri.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya