home lifestyle muslim

Bahaya Tersembunyi di Balik Dengkuran, Pesan Penting PDPI di Hari Tidur Sedunia

Selasa, 03 Maret 2026 - 12:40 WIB
Ketua Pokja Sleep Apnea Prof. Dr. dr. Allen Widysanto, Sp.P dalam webinar, Selasa (3/3/2026). (Dok: Istimewa)

LANGIT7.ID-Jakarta; Sering dianggap sebagai pertanda tidur nyenyak atau sekadar kelelahan, mendengkur ternyata bisa menjadi sinyal bahaya bagi kesehatan Anda. Memperingati World Sleep Day (Hari Tidur Sedunia) yang jatuh pada 13 Maret 2026, Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) menyoroti pentingnya kesadaran masyarakat terhadap kualitas tidur melalui tema global "Sleep Well, Life Better".

Prof. Dr. dr. Allen Widysanto, Sp.P., mengingatkan masyarakat akan ancaman Obstructive Sleep Apnea (OSA), sebuah gangguan tidur yang sangat umum, namun ironisnya, sekitar 80% kasusnya tidak terdiagnosis di masyarakat.

Mendengkur Bukan Sekadar Lelah, Kenali Bahaya OSA



Banyak orang belum menyadari bahwa mendengkur dengan keras yang disertai rasa tersedak atau terbangun dengan napas tercekik adalah gejala utama OSA. Jika dibiarkan, dampaknya tidak main-main. OSA berkaitan erat dengan risiko mematikan seperti stroke, hipertensi, penyakit jantung koroner, hingga kecelakaan lalu lintas akibat microsleep (tertidur sesaat).

Prof. Allen menjelaskan secara rinci mekanisme terjadinya gangguan ini saat kita terlelap.

"OSA adalah kondisi terjadi sumbatan berulang pada saluran napas bagian atas saat tidur yang menyebabkan henti napas sesaat atau apnea atau napas dangkal atau hipoapnea. Keadaan ini dapat terjadi puluhan kali bahkan ratusan kali dalam satu malam tidur," ungkap Prof. Allen dalam webinar Zoom, Selasa (3/3/2026).

Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya