home masjid

Menakar Kedalaman Makna Malam Seribu Bulan: Dialektika Wahyu di Balik Lailatul Qadar

Rabu, 04 Maret 2026 - 04:00 WIB
Keutamaan Lailatul Qadar adalah sebuah keniscayaan yang didukung oleh teks primer Islam. Ilustrasi: AI
LANGIT7.ID-Dalam keheningan malam-malam ganjil di penghujung Ramadhan, umat Islam di seluruh dunia terjaga dalam penantian yang penuh khidmat. Mereka tidak sedang mengejar fatamorgana, melainkan berpijak pada fondasi teks suci yang menjanjikan sebuah anugerah yang sulit dinalar oleh logika matematis biasa. Lailatul Qadar, atau malam kemuliaan, diposisikan oleh Al-Quran dan hadits nabawiyah sebagai puncak dari segala keberkahan temporal yang pernah diturunkan ke muka bumi.

Memahami tingginya kedudukan Lailatul Qadar menuntut kita untuk menanggalkan kacamata duniawi sejenak.

Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly dan Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid dalam kitab Sifat Shaum Nabi Shallallahu alaihi wa Sallam Fii Ramadhan menekankan bahwa cukuplah kemuliaan malam ini divalidasi oleh fakta bahwa ia lebih baik daripada seribu bulan.

Angka seribu dalam tradisi linguistik Arab sering kali merujuk pada jumlah yang tak terhingga atau puncak kemuliaan, namun secara tekstual, ia merujuk pada rentang waktu delapan puluh tiga tahun lebih kehidupan manusia.

Allah Azza wa Jalla memberikan pernyataan tegas dalam surat Al-Qadar ayat 1-5:

إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ

Sesungguhnya Kami menurunkan Al-Qur’an pada malam Lailatul Qadar, tahukah engkau apakah malam Lailatul Qadar itu? Malam Lailatul Qadar itu lebih baik dari seribu bulan, pada malam itu turunlah malaikat-malaikat dan Jibril dengan izin Allah Tuhan mereka (untuk membawa) segala urusan, selamatlah malam itu hingga terbit fajar.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya