Eskatologi Malam Kemuliaan: Makna Turunnya Al-Quran Secara Serentak di Malam Lailatul Qadar
Miftah yusufpati
Kamis, 05 Maret 2026 - 16:00 WIB
Keberkahan bukan sekadar urusan pahala matematis, melainkan tentang koneksi antara langit dan bumi yang terbuka lebar. Ilustrasi: AI
LANGIT7.ID-Dalam keheningan malam-malam ganjil di penghujung bulan suci, umat Islam di seluruh dunia terjaga dalam penantian yang khidmat. Fokus mereka bukan sekadar menahan kantuk, melainkan berupaya masuk ke dalam getaran spiritual dari sebuah peristiwa yang pernah mengubah wajah peradaban manusia belasan abad silam. Lailatul Qadar, yang secara harfiah berarti malam kemuliaan, dipahami bukan hanya sebagai durasi waktu, melainkan sebagai wadah dari keberkahan yang paling fenomenal: turunnya kitab suci Al-Quran.
Sebagaimana diurai secara mendalam oleh Dr. Nashir bin Abdirrahman bin Muhammad al-Judai dalam bukunya At Tabaruk Anwaa’uhu wa Ahkaamuhu, atau dalam edisi Indonesia bertajuk Amalan Dan Waktu Yang Diberkahi yang diterbitkan Pustaka Ibnu Katsir, kaitan antara Al-Quran dan Lailatul Qadar adalah hubungan yang tak terpisahkan. Allah Tabaaraka wa Ta’ala mengonfirmasi hal ini dalam surat Ad-Dukhaan ayat 1-3:
حم وَالْكِتَابِ الْمُبِينِ إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ
Haa Miim. Demi Kitab (Al-Quran) yang menjelaskan. Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi.
Dalam perspektif yang lebih spesifik, surat Al-Qadr ayat 1 menegaskan:
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ
Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada malam kemuliaan.
Sebagaimana diurai secara mendalam oleh Dr. Nashir bin Abdirrahman bin Muhammad al-Judai dalam bukunya At Tabaruk Anwaa’uhu wa Ahkaamuhu, atau dalam edisi Indonesia bertajuk Amalan Dan Waktu Yang Diberkahi yang diterbitkan Pustaka Ibnu Katsir, kaitan antara Al-Quran dan Lailatul Qadar adalah hubungan yang tak terpisahkan. Allah Tabaaraka wa Ta’ala mengonfirmasi hal ini dalam surat Ad-Dukhaan ayat 1-3:
حم وَالْكِتَابِ الْمُبِينِ إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ
Haa Miim. Demi Kitab (Al-Quran) yang menjelaskan. Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi.
Dalam perspektif yang lebih spesifik, surat Al-Qadr ayat 1 menegaskan:
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ
Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada malam kemuliaan.