Rancangan Undang-Undang untuk Kendalikan Wewenang Perang Trump di Iran Yang Ugal Ugalan Gagal di Senat AS
Sururi al faruq
Jum'at, 06 Maret 2026 - 10:33 WIB
Rancangan Undang-Undang untuk Kendalikan Wewenang Perang Trump di Iran Yang Ugal Ugalan Gagal di Senat AS
LANGIT7.ID-New York; Sebuah resolusi bipartisan yang bertujuan membatasi wewenang Presiden Donald Trump untuk melancarkan perang di Iran gagal disahkan di Senat Amerika Serikat, di tengah masih berlangsungnya serangan militer.
Rancangan undang-undang wewenang perang tersebut ditolak dalam voting 53-47 yang sebagian besar terbelah berdasarkan garis partai. RUU ini sejatinya akan menghentikan aksi militer AS di Iran tanpa persetujuan Kongres.
Para senator Demokrat berargumen bahwa Trump telah mengesampingkan Kongres dan memberikan alasan yang berubah-ubah untuk perang ini. Sebagian besar senator Partai Republik memblokir resolusi tersebut, namun beberapa di antaranya mengatakan mereka dapat mengubah arah jika perang meluas dalam beberapa minggu mendatang.
AS dan Israel mulai menyerang Iran pada Sabtu lalu. Republik Islam Iran merespons dengan melancarkan serangan ke Israel dan negara-negara sekutu AS di Teluk.
Dengan belum terlihat jalan keluar yang jelas, Menteri Pertahanan Pete Hegseth mengatakan perang dapat berlangsung hingga delapan minggu – hampir dua kali lipat dari durasi yang disebutkan Trump pada akhir pekan lalu.
Dua senator berbeda haluan dalam pemungutan suara Rabu lalu. Senator Demokrat John Fetterman dari Pennsylvania menentang RUU tersebut, sementara Senator Partai Republik Rand Paul dari Kentucky memberikan suara mendukung.
Selain itu, semua senator lainnya memberikan suara sesuai dengan garis partai mereka.
Rancangan undang-undang wewenang perang tersebut ditolak dalam voting 53-47 yang sebagian besar terbelah berdasarkan garis partai. RUU ini sejatinya akan menghentikan aksi militer AS di Iran tanpa persetujuan Kongres.
Para senator Demokrat berargumen bahwa Trump telah mengesampingkan Kongres dan memberikan alasan yang berubah-ubah untuk perang ini. Sebagian besar senator Partai Republik memblokir resolusi tersebut, namun beberapa di antaranya mengatakan mereka dapat mengubah arah jika perang meluas dalam beberapa minggu mendatang.
AS dan Israel mulai menyerang Iran pada Sabtu lalu. Republik Islam Iran merespons dengan melancarkan serangan ke Israel dan negara-negara sekutu AS di Teluk.
Dengan belum terlihat jalan keluar yang jelas, Menteri Pertahanan Pete Hegseth mengatakan perang dapat berlangsung hingga delapan minggu – hampir dua kali lipat dari durasi yang disebutkan Trump pada akhir pekan lalu.
Dua senator berbeda haluan dalam pemungutan suara Rabu lalu. Senator Demokrat John Fetterman dari Pennsylvania menentang RUU tersebut, sementara Senator Partai Republik Rand Paul dari Kentucky memberikan suara mendukung.
Selain itu, semua senator lainnya memberikan suara sesuai dengan garis partai mereka.