home global news

Presiden Prabowo Umumkan Rencana Terbang ke Iran Bersama PM Pakistan, Inisiatif Redam Konflik Timur Tengah

Jum'at, 06 Maret 2026 - 13:39 WIB
Presiden Prabowo Umumkan Rencana Terbang ke Iran Bersama PM Pakistan, Inisiatif Redam Konflik Timur Tengah
LANGIT7.ID-Jakarta; Presiden Prabowo Subianto mengumumkan rencananya untuk terbang ke Teheran, Iran, bersama Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, dalam upaya membantu meredam eskalasi konflik yang sedang memanas di kawasan Timur Tengah. Pernyataan mengejutkan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Negara saat menggelar pertemuan silaturahmi dan buka puasa bersama para pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam, pimpinan pondok pesantren, serta tokoh-tokoh Islam lainnya di Istana Kepresidenan Jakarta, pada Kamis (5/3/2026) malam .

Pertemuan yang berlangsung dari sore hingga malam hari itu menjadi forum diskusi intensif mengenai dinamika geopolitik global, khususnya pascaserangan militer Amerika Serikat dan Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, sepekan lalu .

Inisiatif Mediasi Usai Telepon dengan PM Pakistan

Dalam dialog hangat bersama para ulama, Presiden Prabowo membagikan isi percakapan teleponnya dengan PM Pakistan yang dilakukan sesaat sebelum acara dimulai. Ketua Dewan Penasihat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Jimly Asshiddiqie, yang hadir dalam pertemuan tersebut mengungkapkan bahwa Presiden menyampaikan kabar baik mengenai kesepakatan dengan pemimpin Pakistan itu.

"Beliau (Presiden Prabowo) tadi bercerita sebelum pertemuan ini, tadi ada bicara telepon dengan Perdana Menteri Pakistan," ujar Jimly di Istana, Kamis malam. "Dan yang saya bersyukur, Presiden (Prabowo), Perdana Menteri Pakistan bersedia untuk bersama-sama dengan Presiden Prabowo untuk berkunjung ke Teheran. Itu yang diterangkan tadi oleh Presiden," sambungnya .

Menteri Agraria dan Tata Ruang Nusron Wahid membenarkan adanya rencana tersebut. Ia menyatakan bahwa langkah diplomasi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk membuka jalur komunikasi dan menjadi mediator. "Prinsipnya Bapak Presiden, menginginkan adanya pertemuan dengan Iran untuk menjadi mediasi dan Iran membuka diri," kata Nusron. Ia menambahkan bahwa inisiatif Indonesia ini mendapat dukungan dari sejumlah negara, termasuk Pakistan dan Uni Emirat Arab .

Fokus Mencegah Eskalasi, Bukan Mediasi Perang
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya