LANGIT7.ID-Jakarta; Presiden Prabowo Subianto mengumumkan rencananya untuk terbang ke Teheran, Iran, bersama Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, dalam upaya membantu meredam eskalasi konflik yang sedang memanas di kawasan Timur Tengah. Pernyataan mengejutkan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Negara saat menggelar pertemuan silaturahmi dan buka puasa bersama para pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam, pimpinan pondok pesantren, serta tokoh-tokoh Islam lainnya di Istana Kepresidenan Jakarta, pada Kamis (5/3/2026) malam .
Pertemuan yang berlangsung dari sore hingga malam hari itu menjadi forum diskusi intensif mengenai dinamika geopolitik global, khususnya pascaserangan militer Amerika Serikat dan Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, sepekan lalu .
Inisiatif Mediasi Usai Telepon dengan PM PakistanDalam dialog hangat bersama para ulama, Presiden Prabowo membagikan isi percakapan teleponnya dengan PM Pakistan yang dilakukan sesaat sebelum acara dimulai. Ketua Dewan Penasihat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Jimly Asshiddiqie, yang hadir dalam pertemuan tersebut mengungkapkan bahwa Presiden menyampaikan kabar baik mengenai kesepakatan dengan pemimpin Pakistan itu.
"Beliau (Presiden Prabowo) tadi bercerita sebelum pertemuan ini, tadi ada bicara telepon dengan Perdana Menteri Pakistan," ujar Jimly di Istana, Kamis malam. "Dan yang saya bersyukur, Presiden (Prabowo), Perdana Menteri Pakistan bersedia untuk bersama-sama dengan Presiden Prabowo untuk berkunjung ke Teheran. Itu yang diterangkan tadi oleh Presiden," sambungnya .
Menteri Agraria dan Tata Ruang Nusron Wahid membenarkan adanya rencana tersebut. Ia menyatakan bahwa langkah diplomasi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk membuka jalur komunikasi dan menjadi mediator. "Prinsipnya Bapak Presiden, menginginkan adanya pertemuan dengan Iran untuk menjadi mediasi dan Iran membuka diri," kata Nusron. Ia menambahkan bahwa inisiatif Indonesia ini mendapat dukungan dari sejumlah negara, termasuk Pakistan dan Uni Emirat Arab .
Fokus Mencegah Eskalasi, Bukan Mediasi PerangJimly Asshiddiqie memberikan klarifikasi terkait tujuan kunjungan tersebut. Menurutnya, inisiatif ini lebih diarahkan untuk mencegah meluasnya eskalasi konflik di kawasan Teluk, bukan dalam kapasitas sebagai mediator yang menawarkan perundingan damai antara Iran dan Israel.
"Jadi, bukan menegosiasi ya, menjadi mediator antara apa dengan bukan hanya dalam pengertian negosiasi atau mediasi Israel dengan Iran, bukan kayak begitu. Ini kan orang (tertingginya, red.) sudah dibunuh ya kan. Ayatollah-nya sudah dibunuh, masa ditawarin damai, bukan dalam konteks itu, tetapi ini untuk mencegah eskalasi," tegas Jimly menirukan penjelasan Presiden .
Hal senada diungkapkan Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf. Ia menilai bahwa langkah Presiden Prabowo menunjukkan keseriusan Indonesia dalam mendorong penyelesaian konflik. Menurutnya, keberadaan Indonesia dalam berbagai forum internasional harus dimanfaatkan untuk mendorong deeskalasi. "Kalau perlu misalnya Indonesia bisa menyatakan bahwa agenda-agenda Board of Peace (BoP) on hold sampai ada pembicaraan untuk deeskalasi dan perdamaian," ujar Gus Yahya .
Dukungan Ulama dan Seruan untuk Satu BarisanPertemuan yang dihadiri sekitar 86 pimpinan ormas Islam dan puluhan pengasuh pondok pesantren ini berlangsung dalam dua sesi. Para tokoh yang hadir antara lain Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Ketua Umum MUI Anwar Iskandar, serta pimpinan pondok pesantren ternama seperti Gontor, Tebuireng, Lirboyo, dan Ploso .
Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo mengajak para ulama untuk bersatu padu dalam satu barisan menghadapi gejolak geopolitik global dan menjaga stabilitas nasional. Menteri Nusron Wahid menyampaikan bahwa respons para tokoh Islam sangat positif. "Kemudian mengambil satu kesimpulan, berharap kepada pimpinan ormas, tokoh-tokoh Islam ini bersama dengan Bapak Presiden dalam satu barisan," katanya .
Gus Yahya menambahkan bahwa ormas Islam dan ulama akan diberikan ruang untuk berkontribusi dalam mewujudkan agenda-agenda pemerintah, termasuk dalam upaya diplomasi perdamaian ini. "Ormas-ormas Islam dan para ulama juga akan mendapatkan ruangan untuk ikut berkontribusi," ujarnya .
Konfirmasi dari PakistanRencana kerjasama kedua pemimpin negara berpenduduk muslim terbesar ini juga dikonfirmasi oleh PM Pakistan Shehbaz Sharif. Dalam pernyataan resminya, PM Sharif menyebut pembicaraannya dengan Presiden Prabowo sebagai "sangat produktif". Mereka sepakat untuk mendesak semua pihak agar menahan diri dan menghidupkan kembali jalur diplomasi guna mencegah eskalasi lebih lanjut. "Kami setuju untuk tetap berhubungan erat dalam beberapa hari ke depan untuk bersama-sama mewujudkan perdamaian dan stabilitas di kawasan," kata PM Sharif(*/saf)
(lam)