LANGIT7.ID-Jakarta; Sembilan warga Palestina tewas dalam serangan udara Israel yang menghantam sebuah kantor polisi di Gaza pada Rabu, menurut petugas medis. Serangan itu terjadi dua hari setelah utusan Amerika Serikat Jared Kushner mengakhiri kunjungannya ke kawasan tersebut tanpa berhasil mendorong kemajuan rencana Donald Trump untuk mengakhiri perang di wilayah Gaza.
Petugas medis dan sumber kepolisian mengatakan sejumlah polisi, termasuk beberapa pejabat berpangkat tinggi, berada di antara korban tewas. Kementerian Dalam Negeri Gaza menyebut lokasi yang diserang merupakan markas kepolisian kota. Sebanyak 15 orang lainnya terluka dalam serangan tersebut.
Pada Rabu sebelumnya, serangan udara Israel lainnya menghantam kamp pengungsi Nuseirat di Gaza tengah dan menewaskan seorang warga Palestina, menurut petugas medis. Dengan demikian, sedikitnya 10 orang tewas dalam serangkaian serangan Israel di Gaza sepanjang Rabu.
Militer Israel mengatakan serangan di Nuseirat menargetkan seorang militan Hamas. Namun, militer Israel belum memberikan komentar mengenai serangan terhadap kantor polisi tersebut.
Upaya diplomatik untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata juga masih menemui jalan buntu.
Pada akhir Juli, sempat muncul tanda-tanda terobosan ketika Presiden Trump mengumumkan bahwa Hamas menerima sebuah peta jalan yang mencakup penonaktifan senjata kelompok militan Palestina tersebut secara bertahap, seiring penarikan pasukan Israel dari Gaza. Dalam rencana itu, operasi militer Israel di wilayah tersebut juga akan dihentikan.
Namun, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak peta jalan tersebut. Koalisi pemerintahannya saat ini tertinggal dalam sejumlah jajak pendapat menjelang pemilu pada Oktober. Netanyahu bersikeras bahwa militer Israel hanya akan menarik pasukan setelah Hamas sepenuhnya melucuti senjatanya.
Hamas menuntut Israel mematuhi gencatan senjata dan menarik pasukannya dari Gaza. Kedua pihak masih berselisih mengenai urutan pelaksanaan rencana Trump tersebut.
Israel mengatakan serangan-serangannya bertujuan menggagalkan serangan yang akan segera dilakukan oleh Hamas dan kelompok militan lainnya di Gaza.
Sehari sebelumnya, Selasa, serangan udara Israel menewaskan sedikitnya tujuh warga Palestina, termasuk seorang anak, di sebuah kafe di tepi pantai, menurut petugas medis. Militer Israel mengatakan pihaknya menargetkan para komandan Hamas yang telah merencanakan serangan terhadap pasukan yang beroperasi di wilayah Gaza.
Pada Rabu, seorang pejabat Hamas mengatakan kelompok tersebut telah memberi tahu para mediator gencatan senjata, yakni Mesir, Qatar, dan Turki, bahwa jika serangan terarah Israel tidak dihentikan, hal itu “akan memengaruhi sikap mereka terhadap kesepakatan tersebut.” Pejabat itu tidak menjelaskan lebih lanjut.
Menurut pejabat tersebut, rangkaian pembunuhan terbaru telah memberikan pukulan terhadap upaya diplomatik Kushner. Padahal, Kushner dan Board of Peace milik Trump telah memberikan jaminan kepada para pemimpin Hamas ketika mereka bertemu di Mesir pada Minggu bahwa mereka akan memaksa Israel menghentikan “pembunuhan dan serangan terarah.”
Lebih dari 1.200 warga Palestina dan empat tentara Israel telah tewas di Gaza sejak gencatan senjata tercapai pada Oktober tahun lalu, menurut pejabat kesehatan Gaza dan militer Israel.
(lam)