Melalui strategi penamaan dan klaim warisan kenabian, gerakan Zionis berhasil menyusupkan narasi Israel ke dalam lisan kaum muslimin. Sebuah makar bahasa yang dinilai melecehkan martabat Nabi Yaqub.
Penyematan nama Israel bagi entitas politik Yahudi modern dinilai sebagai bentuk pelecehan terhadap martabat Nabi Yaqub. Ulama mengingatkan kaum muslimin agar tidak terjebak dalam penamaan yang mencampuradukkan kesucian nabi dengan kejahatan politik.
Menyebut negeri Yahudi dengan nama Israel bukan sekadar masalah semantik, melainkan pelecehan terhadap kehormatan Nabi Yaqub. Di tengah gempuran opini global, kaum muslimin terjebak dalam penamaan yang salah kaprah dan berbahaya secara akidah.
Ketegangan di pusat kekuasaan Mesir Kuno memuncak saat Musa kembali dengan mandat langit. Sebuah konfrontasi epistemologis yang menelanjangi kesombongan Firaun melalui debat argumentatif dan mukjizat yang tak terbantahkan.
Tuduhan cacat fisik sempat menghantam integritas Nabi Musa di mata Bani Israil. Melalui sebuah insiden pelarian baju oleh sebongkah batu, Tuhan menyingkap tabir prasangka dan mengembalikan kehormatan hamba-Nya yang paling malu.
Pada zaman Bani Israil, Allah menghendaki untuk menguji tiga orang yang mengalami kondisi sulit: seorang pengidap kusta, seorang laki-laki botak, dan seorang tuna netra.
Bani Israil begitu mudah menuduh orang membunuh. Tatkala Nabi Harun wafat, Nabi Musa dituduh membunuh saudaranya itu. Begitu juga ketika Nabi Musa wafat, mereka menuduh Nabi Yosua atau Yusya' bin Nun yang membunuh.