LANGIT7.ID-Jakarta; Keketuaan bergilir Dewan Menteri Luar Negeri Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) membawa Turkiye pada agenda pembahasan sejumlah persoalan yang menjadi perhatian dunia Islam di New York.
Menteri Luar Negeri Turkiye Hakan Fidan memimpin Pertemuan Koordinasi Tahunan Menteri Luar Negeri OKI yang berlangsung di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB ke-81.
Pertemuan tersebut membahas berbagai perkembangan, dengan isu Gaza dan Palestina menjadi salah satu perhatian utama. Selain itu, pembahasan mencakup Suriah, Lebanon, Iran, Yaman, Libya, Sudan, dan Somalia.
Sumber diplomatik Turkiye pada Kamis mengatakan Fidan memimpin pertemuan tersebut karena Turkiye saat ini memegang keketuaan bergilir Dewan Menteri Luar Negeri OKI.
Dalam pidatonya, Fidan membahas genosida Israel yang masih berlangsung di Gaza, serta aktivitas pendudukan dan aneksasi Israel di berbagai wilayah Palestina dan serangannya terhadap Suriah dan Lebanon, menurut sumber tersebut.
Di luar persoalan tersebut, Fidan juga membahas berbagai isu yang menjadi perhatian dunia Islam, terutama perkembangan terkait Iran, Yaman, Libya, Sudan, dan Somalia.
Fidan menekankan pentingnya peran OKI dalam melindungi hak-hak kelompok minoritas dan komunitas Muslim.
Forum di New York ini memiliki posisi sebagai wadah tambahan bagi para menteri luar negeri negara anggota OKI untuk bertukar pandangan. Pertemuan Koordinasi Tahunan Menteri Luar Negeri OKI digelar setiap tahun selama rangkaian Sidang Majelis Umum PBB, selain pertemuan tahunan Dewan Menteri Luar Negeri OKI.
Dewan Menteri Luar Negeri OKI biasanya bersidang sekali dalam setahun. Namun, forum tersebut juga dapat menggelar pertemuan luar biasa jika diperlukan untuk membahas isu-isu utama yang berkaitan dengan dunia Islam.
Keketuaan bergilir Turkiye sendiri diperoleh setelah negara tersebut menjadi tuan rumah Sidang ke-51 Dewan Menteri Luar Negeri OKI di Istanbul pada 21-22 Juni 2025.
Sidang tersebut mengusung tema "OKI di Dunia yang Bertransformasi."
Turkiye bukan kali pertama menjadi tuan rumah pertemuan Dewan Menteri Luar Negeri OKI. Negara tersebut sebelumnya menjadi tuan rumah pada 1976, 1991, dan 2004.
(lam)