Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 21 Agustus 2026
home global news detail berita

AS Siapkan Sanksi Terberat Sepanjang Sejarah untuk Iran, China Diminta Ikut Patuh

tim langit 7 Jum'at, 21 Agustus 2026 - 05:41 WIB
AS Siapkan Sanksi Terberat Sepanjang Sejarah untuk Iran, China Diminta Ikut Patuh
(Dok: Ilustrasi Langit7.id)
LANGIT7.ID-Jakarta; Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent mengatakan Washington akan menjatuhkan “sanksi terberat dalam sejarah” terhadap Iran. Ia juga mendesak China untuk bekerja sama dengan AS di tengah upaya Washington mengakhiri perang yang dimulainya bersama Israel hampir enam bulan lalu.

Bessent mengatakan dirinya akan menggelar konferensi pers pada Senin untuk menjelaskan rincian kebijakan tersebut.

“Ini adalah pukulan satu-dua. Kami memiliki blokade (terhadap Iran), dan kami akan menerapkan sanksi terberat dalam sejarah,” kata Bessent kepada CNBC, Kamis.

“Ini akan berhasil di Iran dan kami akan membuat rezim ini runtuh,” lanjutnya.

Menurut Bessent, sudah waktunya bagi para sekutu AS dan negara-negara lain di dunia untuk menentukan sikap.

“Ini saatnya bagi sekutu kami dan seluruh dunia untuk mengambil keputusan,” ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Donald Trump pada Rabu memperingatkan akan ada konsekuensi ekonomi bagi negara mana pun yang memberikan “bentuk bantuan apa pun kepada Iran” ketika Amerika Serikat berupaya menyelesaikan perang yang dimulainya bersama Israel hampir enam bulan lalu.

Bessent juga menilai pasar minyak keliru memahami dampak tekanan ekonomi yang sedang disiapkan Washington. Harga minyak naik ke level tertinggi dalam lebih dari tiga pekan pada Kamis.

“Saya pikir pasar minyak salah menafsirkan apa arti tekanan ekonomi ini,” kata Bessent.

“Kami memiliki informasi yang tidak seimbang, dan saya tidak yakin mengapa harga minyak melonjak karena hal ini,” lanjutnya.

Menurut dia, jika AS menerapkan tekanan ekonomi secara maksimal, kemungkinan tidak akan terjadi dimulainya kembali konflik berskala besar.

“Jika kami melakukan tekanan ekonomi secara maksimal, itu berarti kemungkinan besar tidak akan ada dimulainya kembali aksi militer berskala besar,” ujarnya.

Ketika ditanya apakah Amerika Serikat dapat menargetkan China karena melakukan bisnis dengan Iran, Bessent mengatakan sejumlah pembicaraan sebaiknya dilakukan secara tertutup.

“Kami yakin semua pihak ingin Selat Hormuz dibuka kembali dan harga energi kembali turun,” katanya.

“Perlu diingat bahwa 50 persen energi China berasal dari kawasan Teluk. Jadi, akan sangat menguntungkan bagi mereka jika ikut dalam upaya ini,” lanjut Bessent.

Kedutaan Besar China di Washington belum segera memberikan tanggapan atas permintaan komentar mengenai pernyataan Bessent.

China membeli lebih dari 80 persen minyak Iran yang dikirim melalui jalur laut, berdasarkan data 2025 dari perusahaan analitik Kpler. Jika AS meningkatkan perang ekonomi terhadap China, yang merupakan salah satu eksportir utama ke Amerika Serikat, termasuk untuk mineral tanah jarang yang sangat penting, langkah tersebut berisiko memicu tindakan balasan.

Iran sendiri telah menghadapi sanksi ekonomi berat selama hampir 50 tahun, sejak Revolusi Islam pada 1979.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menilai pernyataan Trump merupakan upaya untuk mengalihkan perhatian publik Amerika dari persoalan keuangan domestik, termasuk utang yang mencapai rekor dan kenaikan suku bunga.

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 21 Agustus 2026
Imsak
04:32
Shubuh
04:42
Dhuhur
11:59
Ashar
15:19
Maghrib
17:57
Isya
19:07
Lihat Selengkapnya
right-3 (Desktop - langit7.id)
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan