Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 30 September 2026
home global news detail berita

Keputusan Iran Soal Selat Hormuz Tegas: Akan Dibuka Jika Syarat Terpenuhi

lusi mahgriefie Rabu, 30 September 2026 - 08:07 WIB
Keputusan Iran Soal Selat Hormuz Tegas: Akan Dibuka Jika Syarat Terpenuhi
MMenteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi menyatakan bahwa posisi Iran tidak berubah mengenai Selat Hormuz. Foto: istimewa
LANGIT7.ID-, Teheran - Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi menyatakan bahwa posisi Iran tidak berubah mengenai Selat Hormuz. Ia menegaskan bahwa Selat Hormuz hanya dapat dibuka kembali setelah syarat-syarat yang ditetapkan oleh Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyed Mojtaba Hosseini Khamenei dipenuhi.

Saat berbicara kepada para wartawan di New York, Araqchi mengatakan bahwa kunjungan intensifnya ke PBB mencakup berbagai pertemuan bilateral dan multilateral dengan pejabat asing, perwakilan PBB, organisasi internasional, media, serta lembaga pemikir, dengan tujuan menyampaikan posisi Iran dan membela kepentingan rakyat Iran.

Ia mengatakan bahwa pertemuan-pertemuan tersebut menunjukkan bahwa berlawanan dengan upaya AS dan rezim Israel untuk menggambarkan Iran sebagai negara yang terisolasi, sementara kenyataannya banyak negara tetap tertarik untuk berdialog dengan Teheran dan menyatakan penghormatan terhadap sikap perlawanan Iran.

Araqchi mengatakan bahwa tujuan utama lainnya adalah menjelaskan posisi Iran terkait perang tersebut, khususnya mengenai Selat Hormuz.

"Syarat-syarat dari Pemimpin Tertinggi (Iran) harus dipenuhi agar selat tersebut dapat dibuka Kembali," tegasnya melansir Tasnim News, Rabu (30/9/2026).

Baca juga: Nilai Tukar Rial Iran Merosot ke Rekor Terendah Terhadap Dolar AS di Tengah Upaya Mediasi Qatar

Iran, lanjutnya, telah menyampaikan proposal tujuh poin kepada AS melalui mediasi Qatar sebagai langkah yang mungkin ditempuh untuk memenuhi syarat-syarat tersebut.

Araqchi mengungkapkan, seorang mediator Qatar kembali bertemu dengan pihak Iran pada hari Minggu (27/9) untuk membahas gagasan-gagasan guna memfasilitasi pelaksanaan proposal tersebut. Serta akan menyampaikannya kepada pihak AS sebelum meneruskan tanggapan akhir Washington kepada Teheran.

Ia menambahkan bahwa komunikasi yang melibatkan mediator dari Qatar dan Pakistan telah berlangsung, namun menjadi lebih serius menyusul usulan Iran. Secara tegas Ia menepis laporan yang menyebutkan bahwa Iran telah mengubah sikapnya.

"Sama sekali tidak ada perubahan dalam sikap Iran. Saat ini tidak ada pembahasan mengenai kelonggaran apa pun terkait syarat-syarat yang telah ditetapkan negara tersebut," tegas dia.

Menurut Araqchi apa yang menjadi permasalahan sudah jelas dan isu mendesak yang sedang dibahas adalah Selat Hormuz, yang pembukaan kembalinya bergantung pada syarat-syarat yang telah disampaikan kepada pihak lain.

Baca juga: Kapal di Selat Hormuz Anjlok, Harga Minyak Dunia Terancam Meledak akibat Konflik AS-Iran

Araqchi mengimbau media dan masyarakat untuk tidak memedulikan spekulasi atau upaya sengaja untuk menciptakan suasana tertentu, seraya menekankan bahwa Iran telah memaparkan dengan jelas baik syarat-syaratnya maupun usulan langkah menuju penyelesaian.

Sementara itu, beberapa hari lalu Presiden Amerika Serikat Donald Trump sempat mengatakan bahwa Selat Hormuz telah dibuka dan harga minyak pun turun namun hal faktanya Bahrain, Qatar dan Kuwait justru meminta Iran segera membuka Selat Hormuz. Sebagaimana diberitakan GUI.

Bahkan Kedubes Iran di Zimbabwe berkelakar dengan mengunggah pesan melalui akun resmi X @IRANinZIMBABWE yang berisi, "Trump strait is open. But Strait of Hormuz is closed" atau "Yang terbuka adalah Selat Trump. Tapi Selat Hormuz tutup".

(lsi)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 30 September 2026
Imsak
04:14
Shubuh
04:24
Dhuhur
11:46
Ashar
14:52
Maghrib
17:50
Isya
18:59
Lihat Selengkapnya
right-3 (Desktop - langit7.id)
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan