Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 05 September 2026
home global news detail berita

Kapal di Selat Hormuz Anjlok, Harga Minyak Dunia Terancam Meledak akibat Konflik AS-Iran

nabil Sabtu, 05 September 2026 - 05:02 WIB
Kapal di Selat Hormuz Anjlok, Harga Minyak Dunia Terancam Meledak akibat Konflik AS-Iran
(Dok: Ilustrasi)
LANGIT7.ID-Jakarta; Sebanyak empat kapal pengangkut komoditas tercatat melintasi Selat Hormuz pada Kamis. Jumlah tersebut turun tajam dari sembilan kapal pada hari sebelumnya dan jauh di bawah rata-rata sekitar 15 kapal per hari dalam 10 hari terakhir, berdasarkan data pelayaran awal.

Data Kpler yang tercatat hingga pukul 04.55 GMT pada Jumat menunjukkan, empat kapal tersebut terdiri dari dua kapal tanker kelas menengah, satu kapal pengangkut curah jenis Kamsarmax, dan satu kapal jenis Handysize.

Namun, angka tersebut belum tentu mencerminkan seluruh lalu lintas kapal di Selat Hormuz. Kapal yang mematikan transponder Automatic Identification System (AIS) untuk menghindari deteksi tidak masuk dalam perhitungan.

Penurunan aktivitas pelayaran terjadi ketika harga minyak dunia menuju kenaikan mingguan terbesar sejak pertengahan Juli. Meningkatnya ketegangan serta kembali pecahnya permusuhan antara Amerika Serikat dan Iran memicu kekhawatiran terhadap risiko gangguan pasokan energi dari kawasan Timur Tengah.

Sepanjang pekan ini, hanya dua kapal tanker raksasa pengangkut minyak mentah atau Very Large Crude Carriers (VLCC) yang tercatat melintasi Selat Hormuz, menurut data Kpler.

Situasi tersebut jauh berbeda dibandingkan sebelum perang Iran dimulai pada 28 Februari. Saat itu, sekitar 125 kapal komersial berukuran besar melintasi Selat Hormuz setiap hari. Kapal-kapal tersebut mencakup tanker minyak, kapal pengangkut gas, kapal curah, hingga kapal kontainer.

Selat Hormuz menjadi salah satu jalur energi paling penting di dunia karena sekitar seperlima pasokan minyak mentah dan gas alam cair (LNG) global setiap harinya melewati jalur strategis tersebut.

Sementara itu, blokade Amerika Serikat terhadap pelayaran yang berkaitan dengan Iran telah menghentikan ekspor minyak mentah Iran sejak kebijakan tersebut kembali diberlakukan pada pertengahan Juli.

Selama perang berlangsung, volume minyak dan produk turunannya yang terpantau keluar dari kawasan tersebut sebagian besar berada di kisaran 4 juta hingga 6 juta barel per hari. Angka itu sempat kembali mendekati level sebelum perang ketika Iran dan Amerika Serikat mencapai kesepakatan sementara dalam waktu singkat.

Hal tersebut disampaikan Kepala Ekonom Rystad Energy, Claudio Galimberti, pada Kamis.

“Tidak banyak hal yang saat ini disepakati oleh Amerika Serikat dan Iran,” ujar Galimberti dalam konferensi energi di Singapura.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat arus pengiriman minyak diperkirakan tetap berada pada level yang sangat rendah hingga November. Gangguan berkepanjangan terhadap jalur energi tersebut dinilai akan terus memberikan tekanan besar terhadap perekonomian.

Dengan aktivitas kapal yang terus merosot, Selat Hormuz kini kembali menjadi titik perhatian utama pasar energi global. Jika gangguan berlangsung lama, dampaknya berpotensi merembet ke harga minyak dan pasokan energi di berbagai negara.

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 05 September 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:55
Ashar
15:11
Maghrib
17:55
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
right-3 (Desktop - langit7.id)
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan