LANGIT7.ID-, Baghdad - Uni Emirat Arab dan Irak melarang penerbangan maskapai Iran dari dan menuju negara tersebut. Tindakan ini sebagai sebagai langkah mengikuti sanksi yang ditetapkan Amerika Serikat (AS) terhadap sektor penerbangan Iran.
Pada Kamis (24/9), sebuah pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita Emirat, WAM, menyebutkan, "Otoritas Penerbangan Sipil Umum mengumumkan penangguhan seluruh penerbangan yang dioperasikan oleh maskapai penerbangan Iran dari dan ke UEA."
Disebutkan bahwa keputusan tersebut "didasarkan pada sanksi AS yang dijatuhkan terhadap maskapai penerbangan Iran, yang melarang mereka menggunakan bandara di seluruh dunia".
UEA mengatakan bahwa telah bergabung dengan Oman, Irak, Azerbaijan, Georgia, dan Turkmenistan dalam membatasi atau menangguhkan akses bagi maskapai penerbangan Iran di tengah ancaman sanksi baru dari AS.
Baca juga: Kanada Janjikan Bantuan Dana USD100 Juta untuk Palestina Termasuk Menyediakan Pelatihan Polisi di GazaMenurut kantor berita AFP, sebuah penerbangan Iran Airtour dari Teheran ke Dubai dibatalkan sesaat sebelum jadwal keberangkatannya pada Kamis pagi, setelah tiket penerbangan tersebut sudah diterbitkan.
UEA, yang berulang kali dihantam oleh rudal dan pesawat nirawak (drone) Iran selama konflik AS-Israel dengan Iran, menangguhkan perdagangan dan pertukaran keuangan dengan Iran bulan lalu.
Sementara itu, Irak yang juga melakukan hal serupa kini sedang melakukan pembicaraan langsung dengan Washington, dalam upaya mengecualikan sejumlah bandar udaranya dari langkah-langkah Amerika Serikat yang menyasar penerbangan maskapai Iran di kawasan tersebut.
Empat bandar udara Irak melarang seluruh penerbangan dari dan ke Iran pada hari Jumat, beberapa hari setelah Washington mengumumkan sanksi penerbangan baru terhadap perusahaan global mana pun, yang menjalin kerja sama bisnis dengan maskapai penerbangan Iran.
Kantor Perdana Menteri Irak pada hari Sabtu (26/9) menyatakan bahwa pengecualian yang diberikan AS kepada Baghdad akan memungkinkan penerbangan kembali beroperasi "atas dasar kemanusiaan yang berkaitan dengan perawatan medis, pendidikan, kunjungan keagamaan, dan kepentingan warga sipil".
Baca juga: Bandara Baghdad dan Muscat Setop Penerbangan Iran, Ada Apa?Pernyataan dari kantor media Perdana Menteri Ali al-Zaidi menambahkan bahwa Baghdad sedang berupaya meredakan ketegangan regional, seraya memperingatkan bahwa "berlanjutnya krisis akan semakin memperumit situasi".
Pihaknya menyerukan kepada semua pihak untuk menempuh jalur dialog dan negosiasi guna mengakhiri krisis serta konflik saat ini demi kepentingan negara-negara dan masyarakat di kawasan tersebut.
Akibat dihentikannya penerbangan dari dan ke Iran di bandara-bandara Baghdad, Najaf, Erbil, dan Sulaimaniyah, para penumpang kini terpaksa menempuh perjalanan darat yang memakan waktu setidaknya 12 jam. (*/lsi/aljazeera)
(lsi)