LANGIT7.ID-, New York - Perdana Menteri Mark Carney menyatakan bahwa Kanada menjanjikan bantuan baru sebesar USD100 juta untuk Palestina sebagai upaya menjaga "kemungkinan solusi dua negara."
Demikian disampaikan Carney di di sela-sela Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York pada hari Selasa (22/9).
Adapun dana tersebut mencakup USD80 juta untuk bantuan kemanusiaan, sementara sisanya merupakan dana pembangunan bagi inisiatif keamanan, termasuk dana tambahan untuk proyek multi-tahun pelatihan kepolisian di Tepi Barat.
"Warga Palestina di Gaza mengalami 'penderitaan manusia yang luar biasa', sementara warga Israel menghadapi 'ancaman eksistensial dari Hamas serta dari Iran dan kelompok-kelompok proksinya'," ujar Carney dilansir
cbc.ca, Senin (28/9/2026).
Saat ini Kanada melalui Royal Canadian Mounted Police (RCMP) telah melatih polisi Paletina di Tepi Barat lewat Operation Proteus. Carney mengatakan, Kanada siap memberikan dukungan serupa di Gaza ketika situasinya sudah memungkinkan.
Baca juga: Kanada Ikuti Langkah Prancis dan Inggris, dengan Mengakui Negara PalestinaCarney juga kembali menegaskan dukungan Kanada terhadap solusi dua negara, dengan mengatakan bahwa saat ini,prospek tersebut terlihat justru semakin jauh.
Ia juga turut menyoroti kondisi kemanusiaan di Gaza, termasuk kerusakan terhadap rumah sakit, sekolah, dan fasilitas kesehatan ibu dan anak.
Sebelumnya, Kanada telah menjanjikan bantuan senilai lebih dari USD600 juta bagi warga sipil Palestina, sejak perang Israel-Hamas pecah pada Oktober 2023.
Dokumen-dokumen baru yang diajukan ke Parlemen pekan ini merinci kerusakan yang dialami puluhan proyek bantuan yang didanai Kanada akibat tindakan militer dan pemukim Israel.
Dalam pernyataan bersama dengan Prancis dan Inggris awal bulan ini, Kanada mengumumkan akan melarang impor barang dari permukiman di Tepi Barat, dengan alasan tindakan kekerasan oleh para pemukim sebagai dasar keputusan tersebut.
Pada hari Selasa, Carney juga angkat bicara menentang rencana pembangunan permukiman E1 oleh Israel, yang menurut para kritikus akan membelah Tepi Barat menjadi dua bagian.
Baca juga: Prancis dan Sejumlah Negara Siap Akui Palestina saat Sidang Umum PBB DimulaiKanada merupakan salah satu negara yang mengakui negara Palestina, bersama Australia dan Portugal serta lainnya.
Pernyataan dukungan tersebut disampaikan Perdana Menteri Carney pada bulan September 2025. Keputusan ini menjadikan Kanada sebagai negara G7 ketiga yang membuat pengumuman serupa kala itu.
(lsi)