Perdana Menteri Mark Carney menyatakan bahwa Kanada menjanjikan bantuan baru sebesar USD100 juta untuk Palestina sebagai upaya menjaga kemungkinan solusi dua negara.
Gedung Putih, pada Selasa (16/12/2025), memberlakukan larangan perjalanan terhadap enam negara baru, yakni Burkina Faso, Mali, Niger, Sudah Selatan, Suriah, dan pemegang paspor yang dikeluarkan Otoritas Palestina.
Informasi terbaru bahwa kini ada semakin banyak negara yang telah mengakui, termasuk berjanji untuk mengakui negara Palestina secepatnya. Lebih dari 145 negara kini bergabung dalam seruan pengakuan internasional.
Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese menuduh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyangkal akan konsekuensi perang di Gaza. Albanese mengumumkan, negaranya akan mengakui negara Palestina di Majelis Umum PBB
Kanada dan Malta akan mengakui negara Palestina, menyusul Prancis dan Inggris, selama Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada September mendatang.
Pengakuan terhadap Palestina sebagai negara merdeka terus mengalami peningkatan signifikan, dengan total 146 negara memberikan dukungan resmi. Tahun 2024 menjadi momentum penting dengan bergabungnya sembilan negara baru, termasuk beberapa negara Eropa yang berpengaruh. Meskipun menghadapi tantangan dari Israel dan belum mendapat pengakuan dari negara-negara G7, dukungan internasional untuk kedaulatan Palestina terus menguat.