Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 21 Oktober 2026
home global news detail berita

Refleksi HUT TNI ke 81: Menakar Modernisasi Alutsista dan Kesiapan SDM Pertahanan Masa Depan

tim langit 7 Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:35 WIB
Refleksi HUT TNI ke 81: Menakar Modernisasi Alutsista dan Kesiapan SDM Pertahanan Masa Depan
Penguatan pertahanan Indonesia membutuhkan modernisasi alutsista, prajurit berkompetensi tinggi, dan penguasaan teknologi mandiri melalui riset serta pendidikan di Universitas Pertahanan RI.

Oleh: Mikail Abdul Muqaddim

LANGIT7.ID-Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-81 Tentara Nasional Indonesia menjadi
momentum krusial untuk mengevaluasi kekuatan pertahanan negara di tengah dinamika geopolitik
global dimana ancaman bukan hanya tentang perang konvensional, melainkan telah meluas ke domain siber, bencana yang melanda tanah air, krisis kesehatan masyarakat, sehingga sistem
pertahanan nasional dituntut untuk lebih stabil dalam semua aspek.

Kuncinya terletak pada sinergi antara 3 (tiga) aspek yakni; kemajuan teknologi alutsista, kesiapan sumber daya manusia (SDA),
serta landasan moral prajurit yang kokoh.
Sebagai contoh, landasan moral tersebut terpancar nyata melalui Doa Bersama
Lintas Agama yang dilaksanakan pada 1 Oktober di Mabes TNI.

Sebagai momen spiritual, tradisi
ini menegaskan bahwa di balik gagah dan canggihnya teknologi tempur, kekuatan utama TNI tetap
berakar pada ketakwaan kepada Tuhan YME serta keeratan bersama rakyat.
Di sisi pertahanan fisik, Indonesia mencatat lompatan strategis lewat peremajaan
alutsista berkemajuan.

Salah satunya dari hadirnya kapal induk ringan KRI Sriwijaya-100 untuk
proyeksi komando maritim, serta kendaraan tempur amfibi AAV-M35 yang mendongkrak kualitas
Korps Marinir. Namun, hadirnya mesin perang yang kian canggih ini melahirkan kebutuhan
mendasar baru, yakni kebutuhan akan prajurit yang tidak hanya tangguh di medan tempur, tetapi
juga cerdas secara akademis, saintifik, dan strategis.

Sebagaimana ditegaskan oleh Panglima TNI
Jenderal TNI Agus Subiyanto dan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI
Muhammad Ali saat pengukuhan KRI Sriwijaya-100 pada September 2026, bahwa hadirnya kapal
induk tersebut bukan sekadar penambahan armada tempur, melainkan simbol kebangkitan kembali
kekuatan maritim Nusantara.

Lebih dari itu, langkah Kementerian Pertahanan dan PT PAL Indonesia yang menjadikan KRI Sriwijaya-100 dan AAV-M35 sebagai sarana Transfer of
Technology (ToT) dan wahana riset (reverse engineering) menjadi bukti nyata komitmen menuju
kemandirian industri pertahanan dalam negeri.

Dari PoV rekayasa, mesin perang modern tidak boleh hanya dipandang sebagai barang impor siap pakai. Sebuah kapal induk seperti KRI
Sriwijaya-100 atau ranpur amfibi AAV-M35 adalah laboratorium rekayasa bergerak.

Di dalamnya
terkandung kompleksitas ilmu mekanika mulai dari sistem propulsi gas turbin, hidrodinamika
lambung kapal, dinamika fluida, efisiensi termal mesin, hingga analisis kekuatan material amfibi terhadap korosi air laut.

Kesiapan operasional alutsista triliunan rupiah ini sangat bergantung pada kemampuan perawatan dan manufaktur lokal agar Indonesia tidak selamanya bergantung pada rantai pasok impor luar negeri.

Hadirnya instrumen tempur bernilai strategis tersebut melahirkan kebutuhan
mendasar baru kebutuhan akan prajurit yang tidak hanya tangguh di medan tempur, tetapi juga
cerdas secara akademis, saintifik, dan strategis.

Untuk menjawab tantangan zaman ini, sinergi
antara Kementerian Pertahanan (Kemhan) sebagai pengelola kebijakan pertahanan dan TNI
diwujudkan secara nyata melalui pengembangan Universitas Pertahanan RI, khususnya melalui
peran Fakultas Teknik dan Teknologi Pertahanan (FTTP).
FTTP UNHAN RI mengambil posisi vital sebagai kawah candradimuka riset dan
rekayasa teknologi militer modern.

Melalui integrasi enam program studi strategis; Teknik Mesin,
Teknik Informatika, Teknik Sipil, Teknik Elektro, Rekayasa Sumber Daya Air (RSDA), hingga
Teknik Nuklir, FTTP UNHAN dirancang untuk mencetak perwira serta saintis militer berpikiran
holistik dan berstandar global.
Masing-masing disiplin ilmu di FTTP UNHAN RI memegang peran kunci dalam
membangun ekosistem pertahanan nasional yang mandiri.

Lulusannya diproyeksikan untuk
menguasai sistem keamanan siber, merancang infrastruktur fisik benteng pertahanan, memelihara
dan merekayasa mesin persenjataan modern, memetakan ketahanan air di wilayah strategis, hingga
mengantisipasi potensi ancaman kimia hingga nuklir.

Sinergi akademis di FTTP UNHAN RI inilah
yang menjadi tulang punggung penguasaan teknologi agar Indonesia mampu mengelola alutsista
canggih secara mandiri.
Semoga berbagai ikhtiar dan program-program Presiden Prabowo Subianto dan
Kementerian Pertahanan serta TNI dalam memperkuat pertahanan NKRI selalu diberikan
keberhasilan dan kesuksesan, serta tentunya dilimpahkan rahmat dan lindungan Tuhan Yang Maha Esa. (Penulis adalah Kadet Mahasiswa UNHAN RI, Program Studi S1 Teknik Mesin -
Fakultas Teknik dan Teknologi Pertahanan)

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 21 Oktober 2026
Imsak
04:03
Shubuh
04:13
Dhuhur
11:41
Ashar
14:50
Maghrib
17:49
Isya
18:59
Lihat Selengkapnya
right-3 (Desktop - langit7.id)
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan