Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 04 Juni 2026
home global news detail berita

Australia Bakal Akui Negara Palestina di Sidang Umum PBB, Buntut Kekecewaan Terhadap Israel

lusi mahgriefie Selasa, 12 Agustus 2025 - 15:34 WIB
Australia Bakal Akui Negara Palestina di Sidang Umum PBB, Buntut Kekecewaan Terhadap Israel
Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese. Foto: ist
LANGIT7.ID-, - Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese menuduh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyangkal akan konsekuensi perang di Gaza.

Albanese pada hari Senin (11/8) mengumumkan, negaranya akan mengakui negara Palestina di Majelis Umum PBB pada bulan September, menyusul langkah serupa yang diambil oleh Inggris, Prancis, dan Kanada.

Ia mengatakan rasa frustrasi dan kecewa terhadap pemerintah Israel berperan dalam langkah tersebut, dan mengatakan bahwa warga Australia "ingin melihat pembunuhan dan siklus kekerasan dihentikan".

Israel mendapat banyak tekanan untuk segera mengakhiri perang di Gaza. Negara menganggap bahwa mengakui negara Palestina merupakan "hadiah bagi terorisme", dan Netanyahu menyebut keputusan yang diambil oleh Australia dan sekutu lainnya "memalukan".

Baca juga: Kanada Ikuti Langkah Prancis dan Inggris, dengan Mengakui Negara Palestina

Netanyahu dan pemerintahannya menghadapi kecaman yang semakin meningkat atas laporan kelaparan di Gaza.

Bahkan lima orang meninggal dunia akibat malnutrisi dalam 24 jam terakhir, termasuk satu anak, menurut Kementerian Kesehatan yang dikelola Hamas. Sehingga jumlah total kematian akibat malnutrisi menjadi 222, termasuk 101 anak-anak.

Terkait hal tersebut Israel membantah adanya kelaparan di Gaza dan menuduh badan-badan PBB tidak mengambil bantuan di perbatasan dan mengirimkannya. PBB membantah hal ini, dengan mengatakan bahwa mereka menghadapi hambatan dan penundaan dalam mengumpulkan bantuan dari zona perbatasan yang dikuasai Israel.

Albanese kepada Australian Broadcasting Corporation, mengutip bbc.com mengatakan, ia telah berbicara dengan PM Netanyahu Kamis lalu untuk memberi tahu beliau tentang keputusan Australia.

Baca juga: Presiden Emmanuel Macron Umumkan Prancis Akan Mengakui Negara Palestina

"Penghentian bantuan yang telah kita saksikan dan kemudian hilangnya nyawa yang kita saksikan di sekitar titik-titik distribusi bantuan, di mana orang-orang yang mengantre untuk mendapatkan makanan dan air kehilangan nyawa mereka, benar-benar tidak dapat diterima. Dan kami telah mengatakan itu," ujarnya.

"Saya telah berbicara dengan PM Netanyahu. Beliau kembali menegaskan kepada saya apa yang telah beliau katakan secara terbuka, yaitu untuk menyangkal konsekuensi yang terjadi pada orang-orang yang tidak bersalah."

Albanese sebelumnya mengatakan keputusan untuk mengakui negara Palestina dibuat setelah menerima komitmen dari Otoritas Palestina (PA), yang menguasai sebagian wilayah Tepi Barat yang diduduki Israel, bahwa Hamas tidak akan memainkan peran apa pun di negara mana pun di masa depan.

Langkah ini menuai tanggapan beragam di Australia. Dewan Eksekutif Yahudi Australia menyebutnya sebagai "pengkhianatan", sementara beberapa aktivis Palestina mengatakan langkah ini bukanlah penyimpangan.

Pemimpin oposisi sayap kanan, Sussan Ley, mengatakan keputusan itu "tidak menghormati" AS, sekutu utama Australia.

Awal bulan ini, sebuah protes pro-Palestina menarik setidaknya 90.000 pendukung yang berjalan kaki melintasi Jembatan Pelabuhan Sydney, sehari setelah putusan pengadilan mengizinkan demonstrasi tersebut. (*/lsi/bbc)

(lsi)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 04 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:48
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)