Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 04 Juni 2026
home global news detail berita

Terbaru, Ada Lebih dari 145 Negara Akui Keberadaan Negara Palestina

lusi mahgriefie Rabu, 20 Agustus 2025 - 08:51 WIB
Terbaru, Ada Lebih dari 145 Negara Akui Keberadaan Negara Palestina
Foto: ist
LANGIT7.ID-, Jakarta - - Informasi terbaru bahwa kini ada semakin banyak negara yang telah mengakui, termasuk berjanji untuk mengakui negara Palestina secepatnya. Lebih dari 145 negara kini bergabung dalam seruan pengakuan internasional.

Pengakuan atas negara Palestina tidak datang dalam waktu bersamaan. Sebagian besar negara yang mengakui Negara Palestina melakukannya pada tahun 1988, setelah Dewan Nasional Palestina (PNC) mendeklarasikan negara tersebut.

Sementara lainnya yaitu banyak negara non-Barat mengikuti jejak tersebut, mengakui keberadaan negara Palestina pada tahun 1990-an, 2000-an, dan 2010-an.

Baca juga: Australia Bakal Akui Negara Palestina di Sidang Umum PBB, Buntut Kekecewaan Terhadap Israel

Pada musim semi 2024, semakin banyak negara Eropa dan Karibia yang mengakui negara Palestina, termasuk Barbados, Irlandia, Jamaika, Norwegia, dan Spanyol.

Saat itu, Perdana Menteri Irlandia Simon Harris mendesak Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu "untuk mendengarkan dunia dan menghentikan bencana kemanusiaan yang kita saksikan di Gaza." Mengutip cnn.com, Rabu (20/8/2025).

Dukungan pun kini semakin banyak setelah baru-baru ini negara Australia, Kanada, dan Prancis mengumumkan rencana untuk mengakui negara Palestina pada sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa bulan September.

Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese menuduh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyangkal akan konsekuensi perang di Gaza. Albanese sebelumnya mengatakan keputusan untuk mengakui negara Palestina dibuat setelah menerima komitmen dari Otoritas Palestina (PA), yang menguasai sebagian wilayah Tepi Barat yang diduduki Israel, bahwa Hamas tidak akan memainkan peran apa pun di negara mana pun di masa depan.

Baca juga: Kanada Ikuti Langkah Prancis dan Inggris, dengan Mengakui Negara Palestina

Sebelumnya, Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengatakan, Kanada berencana mengakui negara Palestina pada bulan September.

Serta Presiden Prancis, Emmanuel Macron telah mengumumkan bahwa Prancis akan secara resmi mengakui negara Palestina pada Sidang Majelis Umum PBB di New York, bulan September nanti. Keputusan tersebut menjadikan Prancis sebagai negara G7 pertama yang mengakui negara Palestina.

Sementara itu, Inggris dengan syarat menyatakan akan mengakui negara Palestina jika Israel tidak memenuhi kriteria yang mencakup persetujuan gencatan senjata di Gaza.

Baca juga: Donald Trump Ancam Kanada Soal Kesepakatan Dagang, Buntut Pengakuan Negara Palestina

Pengumuman-pengumuman tersebut membuat Amerika Serikat semakin terisolasi dari beberapa sekutu terdekatnya terkait isu Israel dan bagaimana Israel menjalankan kampanye militer serta pembatasan bantuannya.

Kementerian Luar Negeri Israel telah "menolak" seruan pengakuan terbaru dari negara-negara Eropa, menyebutnya sebagai "hadiah bagi Hamas" yang melemahkan upaya mencapai gencatan senjata.

Presiden AS Donald Trump juga mengecam seruan pengakuan tersebut. Bahkan Trump mengancam Kanada terkait kesepakatan dagang. Ia mengatakan, kesepakatan antara Kanada dan Amerika Serikat akan menjadi "sangat sulit".

Reaksi Trump disampaikan melalui unggahan di akun media sosial miliknya. "Wow! Kanada baru saja mengumumkan dukungannya terhadap status kenegaraan Palestina. Itu akan sangat menyulitkan kami untuk mencapai Kesepakatan Dagang dengan mereka." (*/lsi/cnn)

Baca juga: Israel Akan Bangun Permukiman untuk Mengubur Ide Negara Palestina, PBB dan Uni Eropa pun Menentang

(lsi)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 04 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:48
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)