LANGIT7.ID-, -
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam Kanada terkait kesepakatan dagang, usai Perdana Menteri Kanada,
Mark Carney secara resmi mengumumkan akan
mengakui negara Palestina di sidang PBB. Trump juga mengatakan, kesepakatan kedua negara ini akan menjadi "sangat sulit".
Reaksi Trump disampaikan melalui unggahan di akun media sosial miliknya. "Wow! Kanada baru saja mengumumkan dukungannya terhadap status kenegaraan Palestina. Itu akan sangat menyulitkan kami untuk mencapai Kesepakatan Dagang dengan mereka."
Trump mengatakan,
pengakuan negara Palestina sama saja dengan "memberikan keuntungan bagi Hamas".
Seperti diberitakan sebelumnya, Perdana Menteri Kanada pada Rabu lalu mengatakan bahwa jika Otoritas Palestina berjanji untuk memenuhi persyaratan tertentu, termasuk demiliterisasi dan menyelenggarakan pemilu tanpa Hamas, Kanada akan bergabung dengan Prancis, Inggris, dan sekutu lainnya dalam mengakui secara resmi negara Palestina pada Sidang Umum PBB di New York pada bulan September.
Baca juga: Kanada Ikuti Langkah Prancis dan Inggris, dengan Mengakui Negara PalestinaPortugal mengatakan, pada hari Kamis bahwa pihaknya juga sedang mempertimbangkan pengakuan, dan Jerman mengatakan langkah tersebut harus dilakukan di akhir perundingan solusi dua negara. Mengutip theguardian.com pada Jumat (1/8/2025).
Dalam pengumumannya, Perdana Menteri Kanada mengatakan, "Tingkat penderitaan manusia di Gaza tidak dapat ditoleransi." Ia juga mengatakan bahwa pemimpin Otoritas Palestina, Mahmoud Abbas, telah meyakinkannya bahwa mereka dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkannya, tetapi mengakui bahwa masih banyak yang harus terjadi sebelum negara demokratis yang layak dapat didirikan.
"Penderitaan warga sipil yang semakin dalam tidak memberikan ruang untuk menunda aksi internasional terkoordinasi guna mendukung perdamaian, keamanan, dan martabat kehidupan manusia," tambah Carney.
Baca juga: Presiden Emmanuel Macron Umumkan Prancis Akan Mengakui Negara Palestina
Pengakuan Kanada terhadap negara Palestina menjadikan negara tersebut sebagai negara G7 ketiga yang membuat pengumuman serupa, dalam beberapa hari terakhir.
Hal itu disampaikan, sehari setelah Inggris mengumumkan akan mengakui negara Palestina pada bulan September, serta seminggu setelah Prancis mengumumkan rencana serupa.
Israel disebutkan telah menolak mengizinkan organisasi internasional menyalurkan bantuan ke Gaza, tempat puluhan orang mati kelaparan dalam beberapa hari terakhir. Hal ini dibuktikan dengan beredar luas gambar-gambar anak-anak Palestina dengan kondisi kurus kering. Hal ini tentu menggemparkan dunia. (*/theguardian/lsi)
(lsi)