LANGIT7.ID-New York; Tak peduli Presiden Amerika Donald Trump berada di belakang Perdana Menteri Israel, Walikota muslim New York, Zohran Mamdani berani ambil langkah yang berseberangan dengan presidennya.
Mamdani sedang berencana menangkap PM Israel saat kedatangannya di PBB.
Mamdani mengatakan pemerintahannya tengah mengkaji apakah otoritas kota dapat menangkap Perdana Menteri Benjamin Netanyahu jika ia mengunjungi New York untuk Sidang Umum PBB pada bulan September.
Dalam wawancara dengan The New York Times Magazine, Mamdani mengatakan pertanyaan itu menjadi subjek "percakapan aktif" dengan departemen hukum kota, tetapi tidak mengulangi janji sebelumnya untuk memerintahkan penangkapan Netanyahu.
"Apa pun yang diizinkan hukum untuk saya lakukan di New York City, itulah yang akan kami lakukan," kata Mamdani, seraya menegaskan kembali dukungannya terhadap surat perintah penangkapan ICC terhadap Netanyahu, menyebut pemimpin Israel itu sebagai "penjahat perang" yang "pantas berada di Den Haag."
ICC mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Netanyahu pada November 2024 atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan selama perang di Gaza, yang dipicu oleh pembantaian terhadap warga Israel yang dipimpin Hamas pada 7 Oktober 2023. Israel telah menolak baik tuduhan tersebut maupun yurisdiksi pengadilan.
Setiap upaya oleh otoritas New York untuk menegakkan surat perintah tersebut akan menghadapi hambatan hukum besar. Amerika Serikat bukan pihak dalam Statuta Roma yang membentuk ICC dan tidak mengakui yurisdiksi pengadilan tersebut, sementara Gubernur New York Kathy Hochul sebelumnya telah mengatakan wali kota tidak memiliki wewenang untuk menangkap Netanyahu.
Di bagian lain wawancara, Mamdani kembali menuduh Israel melakukan "genosida" di Gaza dan mengatakan sikap politisi terhadap Israel merupakan pertimbangan penting, meskipun bukan satu-satunya, dalam memutuskan siapa yang akan ia dukung.
Ia mengatakan kandidat Demokrat yang berupaya mendapatkan kembali kepercayaan pemilih pro-Palestina harus mengakui "konsekuensi dari kebijakan AS" dan mendukung undang-undang yang membatasi transfer senjata Amerika tertentu ke Israel.
Mamdani juga membahas panggilan telepon baru-baru ini dengan mantan wakil presiden Kamala Harris, yang dilaporkan tengah mempertimbangkan pencalonan presiden lagi. Ia menolak mengatakan apakah Harris telah menawarkan perubahan kebijakan yang ia cari, menggambarkan upaya menjalin komunikasi itu sebagai langkah awal yang penting.(*/saf/124news)
(lam)