LANGIT7.ID-, Teheran - Pelarangan dan pembatasan penerbangan dari Iran ataupun menuju Iran terjadi di beberapa negara, menyusul meluasnya sanksi yang ditetapkan Amerika Serikat (AS) terhadap sektor penerbangan Iran. Diantaranya Uni Emirat Arab dan Irak.
Menanggapi hal itu, Iran justru memperingatkan bahwa perjalanan udara di kawasan tersebut dapat terganggu jika maskapai penerbangan Iran terus ditolak aksesnya terhadap layanan penerbangan dan bandara, demikian dilaporkan Anadolu.
"Teheran tidak akan menerima negara-negara kawasan yang "berpihak pada kebijakan AS yang memusuhi Iran," ujar Mohammad Mokhber, penasihat senior Pemimpin Tertinggi Iran, dalam sebuah unggahan di platform media sosial AS, X.
Baca juga: Tunduk Pada AS, Uni Emirat Arab dan Irak Ikut Larang Maskapai Iran Beroperasi"Strategi kami dalam masalah ini jelas: Entah perjalanan udara di kawasan ini tersedia bagi semua pihak, atau tidak bagi siapa pun," tegas Mokhber.
"Jika Iran tidak dapat melakukan perjalanan udara dan memperoleh layanan bandara, maka tidak ada negara di kawasan ini yang dapat melakukannya juga," tambahnya dalam sebuah pernyataan yang menyiratkan ancaman terselubung.
Mokhber mengatakan bahwa keputusan negara-negara kawasan untuk berpihak pada Washington dalam menerapkan "kebijakan bermusuhan" akan terus diingat oleh rakyat Iran.
Komentarnya muncul setelah pembatasan terhadap maskapai penerbangan Iran diperluas pekan ini di tengah sanksi AS yang menyasar operasi internasional Teheran.
Baca juga: Bandara Baghdad dan Muscat Setop Penerbangan Iran, Ada Apa?Bandara Internasional Najaf di Irak menangguhkan seluruh penerbangan dari dan ke Iran pada hari Jumat (25/9) hingga pemberitahuan lebih lanjut, dengan alasan adanya arahan dari pihak berwenang.
Uni Emirat Arab juga menangguhkan penerbangan maskapai Iran dari dan ke Iran pada hari Kamis (24/9) hingga pemberitahuan lebih lanjut. Otoritas Penerbangan Sipil Umum negara itu menyebutkan pembatasan AS yang diberlakukan terhadap maskapai Iran sebagai alasannya.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan, pekan ini bahwa operasi maskapai penerbangan Iran di seluruh dunia akan terhenti mulai 23 September sebagai bagian dari sanksi baru, seiring berlanjutnya upaya untuk mengakhiri perang AS-Israel terhadap Iran.
Perundingan mengalami jalan buntu, meskipun terdapat nota kesepahaman bulan Juni untuk mencapai perdamaian final, akibat perbedaan pendapat mengenai navigasi di Selat Hormuz, salah satu jalur strategis terpenting di dunia untuk pasokan energi dan barang.
(lsi)