home masjid

Mengapa Amal di Malam Lailatul Qadar Lebih Baik dari Usia Manusia?

Jum'at, 06 Maret 2026 - 15:00 WIB
Memahami Lailatul Qadar sebagai malam yang penuh keutamaan dan kemuliaan seharusnya membangkitkan optimisme spiritual. Ilustrasi: Ist
LANGT7.ID-Dalam keriuhan dunia yang serba terukur secara material, terdapat satu masa di penghujung bulan Ramadhan yang menabrak logika hitungan manusia. Lailatul Qadar, sebuah terminologi yang merujuk pada malam penetapan atau kemuliaan, hadir sebagai tawaran akselerasi ruhani yang fantastis. Di sana, waktu tidak lagi berjalan linier. Sebaliknya, ia meluas dan mendalam, memberikan ruang bagi seorang hamba untuk meraup keberkahan yang nilainya setara dengan pengabdian sepanjang hayat.

Sebagaimana diurai dalam risalah Lailatul Qadar yang disusun oleh Muhammad Ibn Syami Muthain Syaibah melalui publikasi IslamHouse, keutamaan malam ini bersifat fundamental. Inti dari keagungan tersebut terpahat jelas dalam firman Allah Taala pada surat Al Qadar ayat 3:

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

Malam Lailatul Qadar itu lebih baik dari seribu bulan.

Diksi lebih baik dari seribu bulan dalam ayat ini menjadi objek kajian mendalam para ulama tafsir dunia. Jika dikonversi ke dalam hitungan kalender masehi, seribu bulan setara dengan delapan puluh tiga tahun empat bulan. Angka ini melampaui rata-rata usia harapan hidup manusia modern. Muhammad Ibn Syami, dalam karya yang diterjemahkan oleh Ahmad Zawawy dan diedit oleh Eko Haryanto Abu Ziyad, menekankan bahwa kemuliaan ini merupakan bentuk kasih sayang Ilahi bagi umat Nabi Muhammad yang umurnya relatif pendek dibandingkan umat-umat terdahulu.

Interpretasi mengenai pelipatgandaan pahala ini juga ditemukan dalam karya monumentalnya Imam al-Qurthubi, Al-Jami li Ahkamil Quran. Al-Qurthubi menjelaskan bahwa setiap amal shalih yang dikerjakan pada malam tersebut, baik berupa shalat, sedekah, dzikir, maupun tilawah Al-Quran, memiliki kualitas yang melampaui akumulasi amal selama delapan puluh tiga tahun di luar malam Lailatul Qadar. Ini adalah sebuah bentuk kompensasi ketuhanan agar keterbatasan waktu biologis manusia tidak menghalangi mereka untuk mencapai derajat kemuliaan di sisi Sang Pencipta.

Namun, Lailatul Qadar bukan sekadar urusan kalkulasi pahala. Di balik angka-angka tersebut, terdapat dimensi kemuliaan dan banyaknya kebaikan (katsratul khair) yang turun bersamaan dengan rombongan malaikat. Dalam perspektif yang diusung oleh Maktab Dakwah dan Bimbingan Jaliyat Rabwah, malam ini adalah saat di mana atmosfer bumi menjadi sangat padat oleh rahmat. Kehadiran para malaikat ke dunia membawa kedamaian yang menyelimuti jiwa-jiwa yang terjaga dalam ketaatan.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya