Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 19 April 2026
home masjid detail berita

Mengapa Amal di Malam Lailatul Qadar Lebih Baik dari Usia Manusia?

miftah yusufpati Jum'at, 06 Maret 2026 - 15:00 WIB
Mengapa Amal di Malam Lailatul Qadar Lebih Baik dari Usia Manusia?
Memahami Lailatul Qadar sebagai malam yang penuh keutamaan dan kemuliaan seharusnya membangkitkan optimisme spiritual. Ilustrasi: Ist
LANGT7.ID-Dalam keriuhan dunia yang serba terukur secara material, terdapat satu masa di penghujung bulan Ramadhan yang menabrak logika hitungan manusia. Lailatul Qadar, sebuah terminologi yang merujuk pada malam penetapan atau kemuliaan, hadir sebagai tawaran akselerasi ruhani yang fantastis. Di sana, waktu tidak lagi berjalan linier. Sebaliknya, ia meluas dan mendalam, memberikan ruang bagi seorang hamba untuk meraup keberkahan yang nilainya setara dengan pengabdian sepanjang hayat.

Sebagaimana diurai dalam risalah Lailatul Qadar yang disusun oleh Muhammad Ibn Syami Muthain Syaibah melalui publikasi IslamHouse, keutamaan malam ini bersifat fundamental. Inti dari keagungan tersebut terpahat jelas dalam firman Allah Taala pada surat Al Qadar ayat 3:

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

Malam Lailatul Qadar itu lebih baik dari seribu bulan.

Diksi lebih baik dari seribu bulan dalam ayat ini menjadi objek kajian mendalam para ulama tafsir dunia. Jika dikonversi ke dalam hitungan kalender masehi, seribu bulan setara dengan delapan puluh tiga tahun empat bulan. Angka ini melampaui rata-rata usia harapan hidup manusia modern. Muhammad Ibn Syami, dalam karya yang diterjemahkan oleh Ahmad Zawawy dan diedit oleh Eko Haryanto Abu Ziyad, menekankan bahwa kemuliaan ini merupakan bentuk kasih sayang Ilahi bagi umat Nabi Muhammad yang umurnya relatif pendek dibandingkan umat-umat terdahulu.

Interpretasi mengenai pelipatgandaan pahala ini juga ditemukan dalam karya monumentalnya Imam al-Qurthubi, Al-Jami li Ahkamil Quran. Al-Qurthubi menjelaskan bahwa setiap amal shalih yang dikerjakan pada malam tersebut, baik berupa shalat, sedekah, dzikir, maupun tilawah Al-Quran, memiliki kualitas yang melampaui akumulasi amal selama delapan puluh tiga tahun di luar malam Lailatul Qadar. Ini adalah sebuah bentuk kompensasi ketuhanan agar keterbatasan waktu biologis manusia tidak menghalangi mereka untuk mencapai derajat kemuliaan di sisi Sang Pencipta.

Namun, Lailatul Qadar bukan sekadar urusan kalkulasi pahala. Di balik angka-angka tersebut, terdapat dimensi kemuliaan dan banyaknya kebaikan (katsratul khair) yang turun bersamaan dengan rombongan malaikat. Dalam perspektif yang diusung oleh Maktab Dakwah dan Bimbingan Jaliyat Rabwah, malam ini adalah saat di mana atmosfer bumi menjadi sangat padat oleh rahmat. Kehadiran para malaikat ke dunia membawa kedamaian yang menyelimuti jiwa-jiwa yang terjaga dalam ketaatan.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam kitab Majalis Syahri Ramadhan menambahkan bahwa kebaikan malam ini bersifat komprehensif. Ia mencakup ampunan atas dosa-dosa masa lalu, ketenangan hati di masa sekarang, dan harapan akan takdir yang lebih baik di masa depan. Keutamaan ini hanya dapat diraih oleh mereka yang memiliki kesungguhan dalam mencari (taharry) di sepuluh malam terakhir, bukan bagi mereka yang sekadar menunggu dalam kelalaian.

Secara interpretatif, Lailatul Qadar adalah simbol dari efisiensi spiritual. Ia mengajarkan bahwa dalam Islam, kualitas satu saat yang penuh dengan kehadiran hati (khusyuk) jauh lebih bernilai daripada kuantitas waktu yang dihabiskan dalam kehampaan. Malam ini menantang manusia untuk keluar dari zona nyaman, menjauhkan lambung dari tempat tidur, dan membangun dialog paling intim dengan Tuhan di tengah keheningan.

Kerahasiaan mengenai kapan tepatnya malam ini terjadi juga memiliki makna filosofis yang dalam. Ia memaksa hamba untuk senantiasa waspada dan konsisten dalam berbuat baik sepanjang sepertiga terakhir Ramadhan. Jika kemuliaan yang lebih baik dari seribu bulan itu diberikan secara cuma-cuma tanpa usaha, maka nilai perjuangan manusia akan merosot. Oleh karena itu, Lailatul Qadar tetap menjadi rahasia agung yang hanya disingkapkan bagi jiwa-jiwa yang gigih mengetuk pintu langit.

Sebagai penutup, memahami Lailatul Qadar sebagai malam yang penuh keutamaan dan kemuliaan seharusnya membangkitkan optimisme spiritual. Bagi mereka yang merasa hidupnya singkat dan amalnya sedikit, malam ini adalah kesempatan untuk melakukan reset dan akselerasi. Ia adalah bukti nyata bahwa rahmat Tuhan jauh lebih luas daripada dosa hamba-Nya, dan satu malam yang benar-benar hidup sanggup mengubah takdir seorang manusia untuk selamanya.

(mif)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 19 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)