home lifestyle muslim

Silaturahmi Lintas Negara

Aroma Condet di Langit Berlin, Catatan Ramadhan Muhammad Raffly

Sabtu, 07 Maret 2026 - 08:00 WIB
Menemukan Condet di Tengah Berlin, Catatan Spiritual Muhammad Raffly. Foto: dok pribadi.
Bagi masyarakat Jakarta, nama Condet identik dengan aroma parfum, hamparan kebun, dan tentu saja, denyut nadi komunitas Arab yang hangat. Namun, siapa sangka, ribuan kilometer dari Jakarta Timur, tepatnya di hiruk pikuk kota Berlin, Jerman, suasana serupa hadir membawa penawar rindu bagi mereka yang merantau.

Adalah Muhammad Raffly, seorang kandidat PhD yang telah menetap selama 13 tahun di Jerman, yang menemukan kepingan memori itu. Baginya, Ramadhan di negeri orang bukan sekadar menahan lapar, melainkan sebuah perjalanan spiritual dan adaptasi yang penuh warna.

Baca juga: Gema Takbir di Futian, Kisah Dannandyatti Menemukan Indonesia di Masjid Shenzhen

Perjalanan Raffly di Berlin dimulai belasan tahun lalu. Pria berusia 31 tahun ini pernah mencicipi getir dan manisnya Ramadhan di musim panas. Bayangkan, durasi puasa mencapai 18 hingga 19 jam.

"Buka puasa pukul 21.30 dan sahur sudah harus masuk pukul 02.30," kenangnya.

Ada satu fragmen hidup yang tak terlupakan saat ia bekerja sebagai pencuci piring di sebuah panti jompo. Di tengah suhu musim panas yang menyengat hingga 40 derajat Celsius, ditambah uap panas dari mesin pencuci piring, godaan seteguk minuman dingin begitu nyata.

Namun, teguhnya niat membuat Raffly mampu bertahan hingga adzan maghrib berkumandang.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya