home global news

Kabar Menggembirakan Dari Purbaya: Konflik Iran-AS Jadi Berkah Tersembunyi, Harga Komoditas Ekspor RI Meroket

Jum'at, 13 Maret 2026 - 10:02 WIB
Kabar Menggembirakan Dari Purbaya: Konflik Iran-AS Jadi Berkah Tersembunyi, Harga Komoditas Ekspor RI Meroket
LANGIT7.ID-Jakarta; Di tengah ketegangan geopolitik yang memanas antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel, pemerintah justru mencium peluang emas. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan konflik di kawasan Timur Tengah ini akan mengerek harga sejumlah komoditas ekspor andalan Indonesia, berpotensi menjadi "durian runtuh" alias windfall profit yang dapat menggenjot penerimaan negara.

Kenaikan harga komoditas seperti batu bara, minyak kelapa sawit mentah (CPO), hingga nikel dinilai dapat menjadi kompensasi alami atas risiko membengkaknya subsidi energi. Sebab, di sisi lain, konflik yang mengganggu jalur strategis Selat Hormuz juga berpotensi melambungkan harga minyak mentah dunia dan menekan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.

"Meski menghadapi potensi kenaikan subsidi energi dan beban bunga utang, di saat bersamaan kita juga melihat peluang windfall profit dari komoditas. Kami terus memantau perkembangan ini secara ketat," ujar Purbaya dalam konferensi pers di kantornya, Kamis (12/3/2026).

Purbaya menegaskan bahwa instrumen APBN akan bekerja secara responsif. Pemerintah berkomitmen menjaga fiskal tetap prudent agar setiap respons kebijakan terukur, demi menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat di tengah gejolak global.

Lonjakan Harga di Tengah Gejolak Global

Data hingga 10 Maret 2026 menunjukkan tren positif yang signifikan pada harga komoditas. Batu bara, misalnya, mencatatkan kenaikan 28% secara tahun berjalan (year to date/ytd) menjadi US$ 107,5 per ton. Angka ini juga melesat 4,1% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Menurut Purbaya, akselerasi harga batu bara dipicu oleh efek substitusi. "Negara-negara Eropa dan Asia mulai mencari alternatif bahan bakar akibat terganggunya pasokan minyak dan gas alam cair," jelasnya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya