home edukasi & pesantren

Menag Nasaruddin Umar: Pesantren Internasional Harus Gabungkan Ilmu Islam dan Kurikulum Global

Jum'at, 13 Maret 2026 - 14:28 WIB
Menag Nasaruddin Umar: Pesantren Internasional Harus Gabungkan Ilmu Islam dan Kurikulum Global
LANGIT7.ID-Jakarta; Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa pengembangan pesantren bertaraf internasional harus diikuti dengan penguatan kemampuan bahasa asing serta penerapan kurikulum global. Hal ini disampaikan Menag saat menerima Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath di Masjid Istiqlal, Jumat (13/3/2026).

Menurut Menag, pesantren modern tidak cukup hanya mengandalkan kurikulum keagamaan konvensional. Pesantren perlu mengintegrasikan penguasaan bahasa internasional serta kurikulum global agar santri mampu bersaing di tingkat dunia.

“Pesantren modern harus menguasai bahasa Arab dan bahasa Inggris. Tidak cukup hanya bahasa Arab saja. Sekarang juga perlu didukung dengan kurikulum internasional seperti Cambridge,” ujar Menag dalam keterangan resmi.

Ia menjelaskan, penguatan bahasa asing perlu diberikan sejak dini kepada para santri, bahkan sebelum mereka memasuki pembelajaran bahasa Arab secara intensif. “Anak-anak yang baru masuk itu lidahnya masih lentur. Karena itu, penguatan pelafalan bahasa Inggris perlu diberikan lebih dahulu agar mereka terbiasa dengan pengucapan yang benar,” jelasnya.

Menag menambahkan, pendekatan ini akan membantu santri memiliki kemampuan komunikasi global tanpa meninggalkan identitas keislaman dan tradisi pesantren.

Dengan model pendidikan tersebut, pesantren diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu keislaman, tetapi juga memiliki kompetensi global di bidang bahasa, pengetahuan, dan jejaring internasional.

“Pesantren ke depan harus tampil sebagai lembaga pendidikan yang kuat secara keilmuan Islam sekaligus terbuka terhadap perkembangan dunia,” pungkas Menag.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya