Menilik Alasan Spanyol Anti Dukung Israel-AS Hingga Menarik Duta Besarnya di Israel
Lusi mahgriefie
Senin, 16 Maret 2026 - 09:02 WIB
Perdana Menteri Spanyol Pedro Snchez menyatakan tidak untuk perang. Foto: ist
Spanyol resmi menarik duta besarnya untuk Israel, usai Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez menyatakan "tidak untuk perang". Keputusan ini sekaligus menunjukkan sikap protes akan genosida berkelanjutan Israel terhadap warga Palestina di Gaza, serta partisipasinya dalam perang gabungan Amerika Serikat-Israel melawan Iran.
Meski begitu, Kedutaan Spanyol di Tel Aviv akan tetap buka tetapi akan dipimpin oleh seorang kuasa usaha.
"Atas usulan Menteri Luar Negeri, Uni Eropa dan Kerja Sama, dan setelah pertimbangan Dewan Menteri pada pertemuan tanggal 10 Maret 2026, dengan ini saya memerintahkan pengakhiran penunjukan Ibu Ana María Sálomon Pérez sebagai Duta Besar Spanyol di Negara Israel," demikian pernyataan dalam lembaran resmi negara Spanyol, melansir truthout.org, Senin (16/3/2026).
Hubungan antara Spanyol dan Israel memburuk sejak negara itu memulai kampanye genosida terhadap warga Palestina di Gaza pada akhir tahun 2023. Spanyol termasuk di antara kritikus Eropa yang paling vokal terhadap Israel atas tindakannya di Gaza.
Pemerintah Spanyol menyetujui rancangan undang-undang yang menetapkan embargo senjata terhadap Israel yang mencakup pelarangan penjualan senjata, teknologi, dan peralatan militer.
Pada tahun 2024, Spanyol juga secara resmi mengakui negara Palestina. Langkah tersebut mendorong Israel untuk menarik duta besarnya sendiri ke Spanyol, dan menempatkan kuasa usahanya sendiri di kedutaan besarnya di negara tersebut sejak saat itu.
Baca juga:Spanyol dan Prancis Kompak Menolak Dukung AS Pada Perang Melawan Iran
Meski begitu, Kedutaan Spanyol di Tel Aviv akan tetap buka tetapi akan dipimpin oleh seorang kuasa usaha.
"Atas usulan Menteri Luar Negeri, Uni Eropa dan Kerja Sama, dan setelah pertimbangan Dewan Menteri pada pertemuan tanggal 10 Maret 2026, dengan ini saya memerintahkan pengakhiran penunjukan Ibu Ana María Sálomon Pérez sebagai Duta Besar Spanyol di Negara Israel," demikian pernyataan dalam lembaran resmi negara Spanyol, melansir truthout.org, Senin (16/3/2026).
Hubungan antara Spanyol dan Israel memburuk sejak negara itu memulai kampanye genosida terhadap warga Palestina di Gaza pada akhir tahun 2023. Spanyol termasuk di antara kritikus Eropa yang paling vokal terhadap Israel atas tindakannya di Gaza.
Pemerintah Spanyol menyetujui rancangan undang-undang yang menetapkan embargo senjata terhadap Israel yang mencakup pelarangan penjualan senjata, teknologi, dan peralatan militer.
Pada tahun 2024, Spanyol juga secara resmi mengakui negara Palestina. Langkah tersebut mendorong Israel untuk menarik duta besarnya sendiri ke Spanyol, dan menempatkan kuasa usahanya sendiri di kedutaan besarnya di negara tersebut sejak saat itu.
Baca juga:Spanyol dan Prancis Kompak Menolak Dukung AS Pada Perang Melawan Iran