home sports

Mengapa Miami Jadi Kunci Perebutan Peringat 1 Dunia antara Alcaraz dan Sinner?

Rabu, 18 Maret 2026 - 04:10 WIB
Mengapa Miami Jadi Kunci Perebutan Peringat 1 Dunia antara Alcaraz dan Sinner?
LANGIT7.ID-California; Keberhasilan Jannik Sinner menjuarai BNP Paribas Open membantunya memangkas jarak poin dari Carlos Alcaraz di PIF ATP Rankings. Dengan meraih gelar ATP Masters 1000 keenamnya, Sinner mengumpulkan 1.000 poin dan memperkecil keunggulan Alcaraz yang sebelumnya 2.800 poin menjadi 2.150 poin setelah Indian Wells.

Perhatian kini beralih ke Miami Open presented by Itau, di mana Sinner memiliki peluang untuk membangun momentum lebih lanjut. Petenis Italia itu tidak berkompetisi di Florida pada tahun 2025, yang berarti ia tidak memiliki poin yang harus dipertahankan dalam dua pekan ke depan. Dengan demikian, setiap kemenangan akan menambah langsung total poin peringkatnya.

Namun, Alcaraz juga hanya memiliki sedikit poin yang dipertaruhkan setelah kekalahan mengejutkan di babak pertama tahun lalu dari David Goffin menyisakan hanya 10 poin yang harus dipertahankannya dalam dua pekan ini. Petenis peringat 1 dunia itu akan termotivasi untuk bangkit setelah Daniil Medvedev mengakhiri catatan sempurna 16-0 miliknya di awal musim 2026 pada semifinal Indian Wells.

Miami juga memiliki makna khusus bagi Alcaraz, yang menjadi juara termuda dalam sejarah turnamen tersebut pada tahun 2022 di usia 18 tahun. Turnamen ini merupakan kesempatan terbaik Alcaraz untuk memperlebar keunggulannya sebelum rangkaian turnamen beralih ke tanah liat, di mana petenis berusia 22 tahun itu menghadapi periode pertahanan poin yang berat.

PIF ATP Live Rankings (per 17 Maret)

Pemain Poin Live 1) Carlos Alcaraz 13.550 2) Jannik Sinner 11.360

Di luar Florida, dinamika antara keduanya berubah. Alcaraz memiliki 4.300 poin yang harus dipertahankan sepanjang musim tanah liat, termasuk gelar juara di Monte-Carlo, Roma, dan Roland Garros, serta hasil sebagai runner-up di Barcelona. Sebaliknya, Sinner tidak memiliki poin yang harus dipertahankan hingga turnamen Roma, dan kemudian 1.850 poin sepanjang ajang Masters 1000 Italia dan Roland Garros, memberinya celah untuk terus menggerogoti posisi teratas dalam beberapa pekan mendatang.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya