Peradaban dan Resiliensi Ekonomi Iran
Tim langit 7
Jum'at, 20 Maret 2026 - 12:53 WIB
Peradaban dan Resiliensi Ekonomi Iran
Oleh: Mukhaer Pakkanna
(Direktur Pascasarjana Institut Teknologi dan Bisis Ahmad Dahlan Jakarta)
LANGIT7.ID-Di tengah ketegangan geo-politik, terutama di Timur Tengah, publik mulai terbelalak dan bertanya, mengapa Iran sulit dilumpuhkan oleh kecongkakan persenjataan modern Amerika dan Israel?
Iran, bahkan tetap kuat secara ekonomi. Tingkat ketimpangan sosial ekonomi, kesejahteraan, kebahagiaan masyarakat, faktanya bisa dikelola dengan baik. Gejolak domestik bisa diselesaikan secara dewasa, kendati banyak antek-antek intelejen Israel menyusup dalam tubuh pemerintahan Iran.
Hanya memang, acapkali publik tidak adil melihat Iran, terutama dari sisi kekuatan ekonominya. Publik internasional selalu menggunakan satu kaca mata, World Bank (Bank Dunia) yang bias dengan fakta sosiologis dan antropologis. Maka, yang muncul dalam media, Iran adalah negara miskin, Produk Domestik Bruto (PDB) makin tipis, pendapatan per kapita sangat rendah.
Padahal faktanya, puluhan ribu siswa dan mahasiswa asing memperoleh beasiswa dari Republik Islam Iran teeutama yang lagi menempuh pendidikan di Iran. Bahkan, Iran mampu membiayai berbagai diaspora dan pusat-pusat studi dan akademik di pelbagai negara.
(Direktur Pascasarjana Institut Teknologi dan Bisis Ahmad Dahlan Jakarta)
LANGIT7.ID-Di tengah ketegangan geo-politik, terutama di Timur Tengah, publik mulai terbelalak dan bertanya, mengapa Iran sulit dilumpuhkan oleh kecongkakan persenjataan modern Amerika dan Israel?
Iran, bahkan tetap kuat secara ekonomi. Tingkat ketimpangan sosial ekonomi, kesejahteraan, kebahagiaan masyarakat, faktanya bisa dikelola dengan baik. Gejolak domestik bisa diselesaikan secara dewasa, kendati banyak antek-antek intelejen Israel menyusup dalam tubuh pemerintahan Iran.
Hanya memang, acapkali publik tidak adil melihat Iran, terutama dari sisi kekuatan ekonominya. Publik internasional selalu menggunakan satu kaca mata, World Bank (Bank Dunia) yang bias dengan fakta sosiologis dan antropologis. Maka, yang muncul dalam media, Iran adalah negara miskin, Produk Domestik Bruto (PDB) makin tipis, pendapatan per kapita sangat rendah.
Padahal faktanya, puluhan ribu siswa dan mahasiswa asing memperoleh beasiswa dari Republik Islam Iran teeutama yang lagi menempuh pendidikan di Iran. Bahkan, Iran mampu membiayai berbagai diaspora dan pusat-pusat studi dan akademik di pelbagai negara.