Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 21 Juli 2026
home global news detail berita

Peradaban dan Resiliensi Ekonomi Iran

tim langit 7 Jum'at, 20 Maret 2026 - 12:53 WIB
Peradaban dan Resiliensi Ekonomi Iran
Oleh: Mukhaer Pakkanna
(Direktur Pascasarjana Institut Teknologi dan Bisis Ahmad Dahlan Jakarta)


LANGIT7.ID-
Di tengah ketegangan geo-politik, terutama di Timur Tengah, publik mulai terbelalak dan bertanya, mengapa Iran sulit dilumpuhkan oleh kecongkakan persenjataan modern Amerika dan Israel?

Iran, bahkan tetap kuat secara ekonomi. Tingkat ketimpangan sosial ekonomi, kesejahteraan, kebahagiaan masyarakat, faktanya bisa dikelola dengan baik. Gejolak domestik bisa diselesaikan secara dewasa, kendati banyak antek-antek intelejen Israel menyusup dalam tubuh pemerintahan Iran.

Hanya memang, acapkali publik tidak adil melihat Iran, terutama dari sisi kekuatan ekonominya. Publik internasional selalu menggunakan satu kaca mata, World Bank (Bank Dunia) yang bias dengan fakta sosiologis dan antropologis. Maka, yang muncul dalam media, Iran adalah negara miskin, Produk Domestik Bruto (PDB) makin tipis, pendapatan per kapita sangat rendah.

Padahal faktanya, puluhan ribu siswa dan mahasiswa asing memperoleh beasiswa dari Republik Islam Iran teeutama yang lagi menempuh pendidikan di Iran. Bahkan, Iran mampu membiayai berbagai diaspora dan pusat-pusat studi dan akademik di pelbagai negara.

Begitu juga, Iran kuat dlm STEM (sains, teknologi, engineering, dan matematik). Makanya, tingkat IQ peduduk Iran di atas rerata, skornya 104, tertinggi ke 4 dunia sesudah China, Korea Selatan, dan Jepang. Mengalahkan Israel dan negara-negara Barat. Indonesia, alhamdulillah, skor 87,9.

Mengapa Iran sulit dilumpuhkan? Iran, tidak semata sbg “state” (negara), tapi juga “civilization” (peradaban). Iran sudah unggul sejak lama. Bahkan, masa sebelum masehi. Tidak semata sebagai bagian bangsa Arya, yang pada abad 1500 – 500 SM, pernah menguasai kawasan dari India hingga Mesir. Malah jauh sebelum itu. Pada abad 3000 SM masa bangsa Elam, sebelah barat Iran, sydah unggul. Dalam masa dinasti Akhemenia, Iran alias Persia, sudah doyan berperang dengan Athena dan Sparta, berperang dengan Alexander Agung dari Macedonia, hingga berperang dengan Romawi yang melelahkan selama 800 tahun.

Dengan bangsa-bangsa Arab, masa kejayaan Islam, abad ke VII, saat khalifah Abu Bakar mengutus Khalid bin Walid sebagai penglima perang dan dilanjutkan khalifah Umar bin Khattab yang mengutus Abu Ubaid sebagai panglima, Iran masih bertahan. Hanya karena kelelahan dan luka perang dengan Romawi selama 800 tahun, dengn sikap kompromi, Persia berdamai dengan Arab. Terjadilah perkawinan campuran, antara putri raja Persia (Dinati Syahrban) dan Husen bin Ali, cucu Rasulullah Muhammad SAW.

Sejak saat itu, Islam mulai masuk ke Iran, dan mulai meggeser agama Zoraster, yang tentu agama ity punya Tuhan yang disebut “Ahura Mazda”, dengan nabi Zarathusrta, dan kitab “Avesta”.

Tatkala Islam berdamai dengan Persia, Zoroaster bergeser ke arah tenggara Iran. Dan, masa khalifaturrrasyidin, Islam sudah at home di Iran. Walaupun tekanan dan perang dengan Dinasti Utsmani, Dinasti dari Rusia, dll masih acap terjadi.

Pengalaman selalu ditekan, berperang, dan penguasaan Iptek, termasuk teknologi medis dan nuklir, memantik Iran sebagai negara yang selalu mandiri. Sejak 1979, Amerika dan boneka-bonekanya mengembargo Iran. Tida boleh berdagang dengan negara-negara luar, terutama minyak, persenjataan,, transaksi keuangan, dan lainnya.

Hampir 50 tahun diembargo, justru Iran semakin berdaulat. Tidak ada oligarki ekonomi yang berkuasa. Kemiskinan dan ketimpangan bisa dikendalikan. Iran tetap tegak memproduksi komoditas domestik dengan gagah. Rakyatnya, merasa bangga mengkonsumsi produk lokalnya. Bagi mereka, siapa lagi yang menolong bangsa Iran, kalau bukan rakyat Iran sendiri yang membeli produk-produk lokalnya(*)

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 21 Juli 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:03
Ashar
15:24
Maghrib
17:57
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan