AS Kirim Pesan ke Iran Lewat Mediator, Trump Isyaratkan Terbuka pada Kesepakatan: Pertanda Amerika Menyerah Halus?
Sururi alfaruq
Selasa, 24 Maret 2026 - 20:32 WIB
Foto: Istimewa
LANGIT7.ID-Iran;
Iran telah menerima pesan dari Amerika Serikat melalui para mediator, sebagai langkah awal yang berpotensi mengarah pada pembicaraan antara kedua negara yang sedang berseteru, demikian disampaikan seorang pejabat senior Kementerian Luar Negeri Iran kepada CBS News pada Senin (24/3). Pernyataan ini muncul setelah Presiden Trump mengisyaratkan bahwa kesepakatan mungkin akan tercapai.
Pejabat Iran itu mengatakan, "kami menerima poin-poin dari AS melalui para mediator dan saat ini sedang dikaji."
Lebih awal pada hari Senin, Bapak Trump mengumumkan di media sosial bahwa AS dan Iran telah melakukan "pembicaraan yang sangat baik dan produktif mengenai penyelesaian total dan menyeluruh atas permusuhan kita" dalam beberapa hari terakhir. Ia kemudian mengatakan kepada wartawan bahwa kedua pihak memiliki sekitar 15 poin kesepakatan dan para pejabat Iran menyatakan bahwa "mereka menginginkan perdamaian." Ia meramalkan, "Saya pikir peluang kita untuk mencapai kesepakatan sangatlah besar."
Presiden AS itu juga mundur dari ultimatum yang dilayangkan pada akhir pekan lalu, yang meminta Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz — sebuah jalur sempit vital bagi industri minyak — atau menghadapi serangan terhadap pembangkit listriknya. Ia mengatakan bahwa militer AS akan menahan diri untuk tidak membombardir infrastruktur energi Iran selama lima hari, "dengan syarat pembicaraan dan pertemuan yang sedang berlangsung berhasil."
Kementerian Luar Negeri Iran awalnya membantah bahwa pembicaraan sedang berlangsung. Namun pernyataan Bapak Trump memicu harapan bahwa konflik yang telah berlangsung selama 23 hari itu bisa segera menemukan titik penyelesaian. Patokan harga minyak internasional, Brent Crude, ambrol 10% menyusul berita ini pada hari Senin, sementara indeks S&P 500 melonjak 1,15%.