home global news

Bukan Sekadar Seremonial, Menag Minta Nilai Ramadan Jadi Filter Penolak Racun Individualisme

Kamis, 26 Maret 2026 - 13:37 WIB
Bukan Sekadar Seremonial, Menag Minta Nilai Ramadan Jadi Filter Penolak Racun Individualisme
LANGIT7.ID-Jakarta; Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan pentingnya menjaga dan menginternalisasi nilai-nilai Ramadan dalam kehidupan sehari-hari setelah Idulfitri. Menurutnya, keberhasilan Ramadan tidak hanya diukur dari ibadah selama bulan suci, tetapi dari konsistensi perilaku setelahnya.

Hal itu disampaikan Nasaruddin dalam program Memaknai Lebaran Bersama Menag Nasaruddin Umar yang disiarkan Berita Satu dalam edisi khusus Idulfitri, Sabtu (21/3/2026). Ia mengingatkan agar nilai-nilai yang dibangun selama Ramadan tidak hilang setelah bulan suci berakhir.

Menurut Menag, Ramadan merupakan proses pembentukan karakter yang mencakup penguatan nilai kejujuran, keadilan, kebersamaan, dan toleransi. Nilai-nilai tersebut harus terus dijaga sebagai bagian dari kehidupan sosial masyarakat.

“Yang paling penting, nilai-nilai Ramadan itu harus dipatrikan dalam diri kita. Kejujuran, keadilan, kebersamaan, toleransi, dan sifat-sifat keutamaan yang lainnya, jangan sampai nanti lewat Ramadhan kita kembali kambuh lagi. Nilai-nilai itu harus dipatrikan dalam diri kita,” ujar Menag dalam keterangan resmi, Kamis (26/3/2026).

Ia menilai, konsistensi dalam menjaga nilai-nilai tersebut akan berdampak pada kualitas kehidupan berbangsa. Masyarakat yang mampu mempertahankan spirit Ramadan dinilai dapat menciptakan suasana yang lebih harmonis dan produktif.

“Kalau ini kita ikuti perkembangan Ramadan, maka kita akan menjadi produk Ramadan yang sangat sejuk, sangat indah, cerah dan mencerahkan,” kata dia.

Selain itu, Nasaruddin juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan tidak terjebak pada kepentingan jangka pendek yang dapat merusak kohesi sosial.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya