home global news

Dana Haji Rp18 Triliun Dikawal Ketat, Menteri Haji Prioritaskan Layanan Jemaah

Senin, 30 Maret 2026 - 08:50 WIB
Dana Haji Rp18 Triliun Dikawal Ketat, Menteri Haji Prioritaskan Layanan Jemaah

LANGIT7.ID-Jakarta; Tata kelola anggaran yang bersih dan transparan menjadi fokus utama Kementerian Haji dan Umrah dalam penyelenggaraan haji 1447 H/2026 M. Mengingat ekosistem keuangan haji mencapai angka Rp18 triliun, Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf menggandeng lembaga penegak hukum seperti KPK, Kejaksaan, hingga Kepolisian. Langkah kolaboratif ini diambil untuk mengawal seluruh proses pengadaan serta memastikan akuntabilitas penggunaan dana.

Keamanan dan keselamatan jamaah tetap menjadi prioritas dalam persiapan operasional yang saat ini dilaporkan telah mencapai progres hampir 100 persen. Menhaj menegaskan bahwa seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal (on track). Dalam pertemuan dengan jajaran Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Timur, ia menginstruksikan agar pelayanan publik dilakukan tanpa celah penyimpangan.

Jawa Timur memegang peranan strategis sebagai barometer kesuksesan haji nasional karena memiliki kuota jamaah terbesar di Indonesia. Menhaj meminta seluruh petugas di wilayah tersebut mempertahankan kekompakan guna memastikan skema pemberangkatan yang akan segera dimulai dapat berlangsung lancar. Upaya ini merupakan langkah konkret dalam menjalankan arahan Presiden RI untuk memberikan pelayanan yang berorientasi pada kepuasan jamaah.

"Persiapan operasional terus kita matangkan dan sejauh ini berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Fokus utama kami adalah memastikan keamanan dan keselamatan jamaah melalui berbagai langkah mitigasi yang komprehensif," ujar Menhaj dalam keterangannya, dikutip Senin (30/3/2026).

Terkait besarnya dana yang dikelola, Menhaj kembali mengingatkan dalam keterangan persnya pada Senin (30/3/2026) bahwa standar tata kelola tidak boleh ditawar. Pelibatan unsur profesional dari berbagai lembaga hukum dimaksudkan agar setiap aset yang ada digunakan sepenuhnya untuk kepentingan jamaah.

"Dana haji yang dikelola sangat besar, maka komitmen terhadap tata kelola yang bersih adalah mutlak. Kami ingin memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan benar-benar kembali dalam bentuk layanan terbaik bagi jemaah," tegasnya.

Menhaj juga menyampaikan apresiasi atas kinerja jajaran Kanwil Kemenhaj Jawa Timur yang telah bekerja maksimal selama masa persiapan. Ia berharap dedikasi tersebut terus terjaga hingga seluruh rangkaian ibadah haji selesai.

Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya