Menko Airlangga Hartarto Pastikan WFH Setiap Jumat Mulai Berlaku April 2026 Secara Nasional
Nabil
Selasa, 31 Maret 2026 - 20:06 WIB
Menko Airlangga Hartarto Pastikan WFH Setiap Jumat Mulai Berlaku April 2026 Secara Nasional
LANGIT7.ID-Jakarta; Pemerintah resmi memulai kebijakan work from home (WFH) setiap hari Jumat mulai 1 April 2026 sebagai bagian dari delapan butir transformasi budaya kerja nasional yang diumumkan untuk menjaga produktivitas sekaligus mendorong efisiensi di tengah dinamika global.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan kebijakan ini menjadi langkah adaptif dan preventif pemerintah untuk mendorong perubahan perilaku kerja yang lebih efisien, produktif, dan berbasis digital.
“Penerapan work from home bagi ASN di instansi pusat dan daerah dilakukan sebanyak satu hari kerja dalam seminggu, yaitu setiap hari Jumat,” kata Airlangga dalam konferensi pers yang dipandu Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya melalui Zoom, Selasa (31/3/2026).
Kebijakan tersebut akan diatur melalui surat edaran Menteri PANRB dan surat edaran Menteri Dalam Negeri untuk pemerintah daerah. Dalam skema yang sama, pemerintah juga menyiapkan langkah efisiensi mobilitas, termasuk pembatasan penggunaan kendaraan dinas hingga 50 persen, kecuali untuk kebutuhan operasional dan kendaraan listrik.
Selain itu, perjalanan dinas dalam negeri akan diefisienkan hingga 50 persen, sedangkan perjalanan luar negeri ditekan sampai 70 persen. Pemerintah daerah juga diimbau menambah hari, durasi, dan cakupan ruas jalan untuk pelaksanaan car free day sesuai karakter wilayah masing-masing.
Tak hanya ASN, Airlangga menegaskan sektor swasta juga dilibatkan dalam transformasi budaya kerja ini. Pengaturan lebih lanjut akan dituangkan melalui surat edaran Menteri Ketenagakerjaan dengan tetap mempertimbangkan karakteristik setiap sektor usaha.
Meski begitu, pemerintah memberi pengecualian bagi sektor-sektor tertentu yang harus tetap bekerja dari kantor maupun lapangan. Sektor layanan publik seperti kesehatan, keamanan, dan kebersihan tetap berjalan normal, begitu juga sektor strategis seperti industri, energi, air, bahan pokok, makanan dan minuman, perdagangan, transportasi, logistik, serta keuangan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan kebijakan ini menjadi langkah adaptif dan preventif pemerintah untuk mendorong perubahan perilaku kerja yang lebih efisien, produktif, dan berbasis digital.
“Penerapan work from home bagi ASN di instansi pusat dan daerah dilakukan sebanyak satu hari kerja dalam seminggu, yaitu setiap hari Jumat,” kata Airlangga dalam konferensi pers yang dipandu Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya melalui Zoom, Selasa (31/3/2026).
Kebijakan tersebut akan diatur melalui surat edaran Menteri PANRB dan surat edaran Menteri Dalam Negeri untuk pemerintah daerah. Dalam skema yang sama, pemerintah juga menyiapkan langkah efisiensi mobilitas, termasuk pembatasan penggunaan kendaraan dinas hingga 50 persen, kecuali untuk kebutuhan operasional dan kendaraan listrik.
Selain itu, perjalanan dinas dalam negeri akan diefisienkan hingga 50 persen, sedangkan perjalanan luar negeri ditekan sampai 70 persen. Pemerintah daerah juga diimbau menambah hari, durasi, dan cakupan ruas jalan untuk pelaksanaan car free day sesuai karakter wilayah masing-masing.
Tak hanya ASN, Airlangga menegaskan sektor swasta juga dilibatkan dalam transformasi budaya kerja ini. Pengaturan lebih lanjut akan dituangkan melalui surat edaran Menteri Ketenagakerjaan dengan tetap mempertimbangkan karakteristik setiap sektor usaha.
Meski begitu, pemerintah memberi pengecualian bagi sektor-sektor tertentu yang harus tetap bekerja dari kantor maupun lapangan. Sektor layanan publik seperti kesehatan, keamanan, dan kebersihan tetap berjalan normal, begitu juga sektor strategis seperti industri, energi, air, bahan pokok, makanan dan minuman, perdagangan, transportasi, logistik, serta keuangan.